HARGA MINYAK: Berbalik naik ke US$103,58

MELBOURNE: Awal pekan ini (2/4) harga minyak berbalik naik karena investor bertaruh permintaan bahan bakar dapat meningkat di tengah sinyal penguatan ekonomi China, pemakai minyak mentah terbesar kedua.Produk berjangka ini naik 0,5% setelah indeks manajer
Wisnu Wijaya | 02 April 2012 07:48 WIB

MELBOURNE: Awal pekan ini (2/4) harga minyak berbalik naik karena investor bertaruh permintaan bahan bakar dapat meningkat di tengah sinyal penguatan ekonomi China, pemakai minyak mentah terbesar kedua.Produk berjangka ini naik 0,5% setelah indeks manajer pembelian (PMI) China melaju ke tertinggi satu tahun pada Maret."Sentimen lebih tegas berkaitan dengan PMI resmi China dan hal itu membalikkan sentimen negatif sebelumnya," kata Michael McCarthy dari CMC Markets Asia Pasifik Pty di Sydney.Harga minyak penyerahan Mei naik 56 sen menjadi US$103,58 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada US$103,49 pukul 10.07 waktu Sydney.Harga naik 4,2% pada kuartal pertama dan turun 3,8% bulan lalu. Keuntungan kuartalan itu setelah Presiden Barack Obama menyatakan pasokan dunia sudah cukup untuk lanjutkan sanksi baru terhadap Iran.Adapun, harga brent penyerahan Mei meningkat 56 sen, atau 0,5% menjadi US$123,44 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. (Bsi)

 

>>> BACA JUGA:

 - BEGINI CARA OBAMA WUJUDKAN KEADILAN

- KINERJA EMITEN BI-27 KINCLONG

- KAPAN HARGA BBM NAIK?

- REKOMENDASI SAHAM HARI INI

 

*) INGIN MEMBACA berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari harian Bisnis Indonesia? Silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital.

 

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top