REVIEW EMITEN: Mau apa Temasek dengan Danamon?

JAKARTA: Kecuali rasio kredit macet dari total kredit PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) pada 2011 yang mencuri perhatian, apalagi yang menarik dari bank ini sehingga layak diakuisisi?
News Editor | 02 April 2012 08:06 WIB

JAKARTA: Kecuali rasio kredit macet dari total kredit PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) pada 2011 yang mencuri perhatian, apalagi yang menarik dari bank ini sehingga layak diakuisisi?

 

NPL Net Bank Danamon memang merupakan yang terbaik dari emiten perbankan yang ada di bursa, hanya 0,15%. Di luar itu, rasio lain seperti CAR, NIM, ROA, ROE, hanya rata-rata air saja.

 

Lalu kenapa Temasek Holdings memindahkan sahamnya di BDMN ke bank terafiliasinya, DBS? Inikah cara Temasek membesarkan DBS di Indonesia? Berikut review emiten selengkapnya, Senin 2 April 2012: 

 

Aksi korporasi

BDMN

Sedang dalam bidikan akuisisi

EXCL

Berencana tanam Rp300 miliar dalam proyek fiber optik

ENRG

Genjot kapasitas produksi 130% tahun ini

ITMG

Incar pendapatan tahun ini +13,4% ke US$2,7 miliar

 

Sawit

SGRO

Laba bersih +19,7% ke Rp541 miliar, pendapatan +36% ke Rp3,14 triliun

TBLA

Laba bersih 69,9% ke Rp419,11 miliar, pendapatan +26,45% ke Rp3,73 triliun

BWPT

Laba bersih +32% ke Rp320,38 miliar, pendapatan +25% ke Rp888,3 miliar

GZCO

Laba bersih +3,9% ke Rp167,14 miliar, pendapatan +8,52% ke Rp492,95 miliar

 

Tambang

BUMI

Laba bersih -19% ke US$215,1 juta, pendapatan +36,7% ke US$4 miliar

BYAN

Laba bersih +270% ke ke Rp2,09 triliun, pendapatan +51,7% ke Rp13,2 triliun

BRMS

Laba bersih -51% ke Rp557,43 miliar, pendapatan +23,2% ke Rp182,96 miliar

 

Keuangan

MFIN

Laba bersih +36% ke Rp180,26 miliar, pendapatan +38% ke Rp1,17 triliun

KREN

Laba bersih +52,7% menjadi Rp13 miliar

PADI

Laba bersih -60,5% ke Rp12,46 miliar

PNIN

Laba bersih +11,4% ke Rp1,07 triliun, pendapatan 34,4% ke Rp3,65 triliun

 

Properti

SSIA

Laba bersih +122% ke Rp257 miliar, pendapatan +70% Rp2,88 triliun

DILD

Laba bersih -60,7% ke Rp147,4 miliar, pendapatan +11,4% ke Rp939,16 miliar

PWON

Pendapatan +20,4% ke Rp1,48 triliun

KIJA

Laba bersih +425% ke Rp326,27 miliar, pendapatan +92,3% ke Rp1,15 triliun

 

Transportasi

MBSS

Laba bersih +24,2% ke Rp246,06 miliar, pendapatan 40% ke Rp1,07 triliun

CASS

Pendapatan +14,3% ke Rp790,88 miliar

TRAM

Laba bersih +1,6 ke Rp144,9 miliar, pendapatan +36,5% ke Rp554,23 miliar

 

Konsumer/ ritel

ACES

Laba bersih +66,7% ke Rp279,5 miliar, pendapatan +47,8% ke Rp2,43 triliun

TSPC

Laba bersih +18,5% ke Rp586,36 miliar, pendapatan +12,6% ke Rp5,78 triliun

UNVR

Laba bersih +23,5% ke Rp4,16 triliun, pendapatan +19,2% ke Rp23,47 triliun

GGRM

Laba bersih +17,6% ke Rp4,95 triliun, pendapatan +11,1% ke Rp41,88 triliun

 

Industri

GDYR

Laba bersih -71% ke US$2,16 juta, pendapatan +7,2% ke US$207,31 juta

MASA

Laba bersih -19% ke Rp142,74 miliar, pendapatan +42,6% ke Rp2,86 triliun

SCCO

Laba bersih +80% ke Rp109,83 miliar, pendapatan +53% ke Rp3,36 triliun

CTBN

Laba bersih +173% ke US$50,17 juta, pendapatan -4,7% ke US$204,04 juta

TLKM

Laba bersih -2,5% ke Rp15,47 triliun, pendapatan +3,8% ke Rp71,25 triliun

JPFA

Laba bersih -38,5% ke Rp671,47 miliar, pendapatan +12% ke Rp15,63 triliun

 

Kimia

IPOL

Laba bersih 70% ke Rp52,77 miliar, pendapatan +11,9% ke Rp1,82 triliun

BRPT

Laba bersih -855% ke Rp77,39 miliar, pendapatan +14,2% ke Rp19,38 triliun

FPNI

Laba bersih +78% ke US$12,8 juta, pendapatan +32,9% ke US$537 juta (Bsi)

 

>>> BACA JUGA

- KINERJA EMITEN BI-27 KINCLONG

- KAPAN HARGA BBM NAIK?

- REKOMENDASI SAHAM HARI INI

 

*) INGIN MEMBACA berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari harian Bisnis Indonesia? Silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital.

 

 

Sumber : Bastanul Siregar & Taufikul Basari

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top