Kuasi reorganisasi Rp34,9 triliun Bakrie & Brothers beres

JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk, perusahaan induk kelompok usaha Grup Bakrie, menyatakan proses kuasi reorganisasi senilai Rp34,9 triliun telah tuntas.Bobby Gafur Sulistyo Umar, Direktur Utama Bakrie & Brothers, menyatakan tuntasnya proses
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  12:48 WIB

JAKARTA: PT Bakrie & Brothers Tbk, perusahaan induk kelompok usaha Grup Bakrie, menyatakan proses kuasi reorganisasi senilai Rp34,9 triliun telah tuntas.Bobby Gafur Sulistyo Umar, Direktur Utama Bakrie & Brothers, menyatakan tuntasnya proses penghilangan defisit perusahaan setelah mendapatkan persetujuan perubahan anggaran dasar dari Kemenkumham."Terhapusnya saldo defisit akan membuat risiko bisnis Bakrie & Brothers ikut menurun. Ini memungkinkan perseroan untuk mendapatkan pembiayaan eksternal dengan biaya yang lebih rendah," ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis 8 Desember.Dia mengatakan sebagian besar defisit sebesar itu merupakan akumulasi dari rugi bersih sebesar Rp16,5 triliun pada 2008, Rp1,7 triliun pada 2009, dan Rp7,6 triliun pada 2010.Hingga Juni, tuturnya, perusahaan mencatat saldo defisit sebesar Rp27,7 triliun.Pada 2008, perusahaan yang berkode saham BNBR itu mengalami kerugian penjualan saham beberapa anak usahanya senilai Rp17,11 triliun.Di dalam prospektus rencana kuasi reorganisasinya pada Oktober, emiten merinci jumlah kerugian itu merupakan hasil pengurangan nilai tercatat saham anak usahanya yang dijual sebesar Rp24,89 triliun dengan harga jualnya yang hanya Rp7,77 triliun.Saham anak usaha yang dijual adalah PT Bumi Resources Tbk dengan selisih rugi jual Rp14,83 triliun, PT Bakrieland Development Tbk sebesar Rp2,03 triliun, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Rp216,38 miliar, dan PT Bakrie Telecom Tbk Rp83,89 miliar.Untuk penjualan saham PT Energi Mega Persada Tbk, Bakrie & Brothers justru mendapatkan laba penjualan sebesar Rp59,16 miliar.Rugi penjualan saham anak usaha itu menjadi salah satu dari beberapa faktor penyebab defisit anggarannya yang berniat dieliminasi perseroan melalui kuasi reorganisasi sebesar Rp34,9 triliun tersebut.Setelah pengumuman tuntasnya kuasi reorganisasi itu, saham perusahaan menguat untuk pertama kalinya sejak 12 hari terakhir, sebesar 1 poin atau 2% ke Rp51 siang ini dari posisi terendah Rp50. Posisi harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp4,77 triliun. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top