CPO masuk musim penurunan produksi

KUALA LUMPUR: Harga minyak sawit (CPO) naik di tengah spekulasi musim penurunan produksi bakal mengurangi stok, sementara tingginya curah hujan akan menghambat panen di Malaysia, penghasil terbesar kedua di dunia.Harga kontrak CPO pengiriman Februari
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Desember 2011  |  19:43 WIB

KUALA LUMPUR: Harga minyak sawit (CPO) naik di tengah spekulasi musim penurunan produksi bakal mengurangi stok, sementara tingginya curah hujan akan menghambat panen di Malaysia, penghasil terbesar kedua di dunia.Harga kontrak CPO pengiriman Februari naik 1,1% ditutup pada 3.119 ringgit (US$998) per ton di Malaysia Derivatives Exchange. Komoditas ini telah jatuh 18% tahun ini, menuju kerugian pertama dalam tiga tahun terakhir.Menurut rata-rata estimasi empat analis dan dua perusahaan perkebunan dalam survei Bloomberg, produksi kelapa sawit di Malaysia dapat turun 11% menjadi 1,7 juta ton pada November dari bulan sebelumnya setelah puncak musim panen berakhir.Survei juga menunjukkan persediaan mungkin turun 1% menjadi 2,08 juta ton. Sementara itu, Dewan Minyak Sawit Malaysia dijadwalkan untuk mempublikasikan perkiraan resmi pada 13 Desember."Produksi turun, dan permintaan tetap. Stok diperkirakan akan turun juga," ujar Vijay Mehta, Direktur Commodity Links Pte.Departemen Meteorologi Malaysia di situsnya menyatakan potensi penyebaran badai dan hujan lebat yang bisa menyebabkan banjir bandang akan terjadi di timur Sabah. Sabah adalah penghasil minyak sawit utama negara itu."Ada isu tentang hujan di sini dan di sana, tapi tidak banyak gangguan soal pasokan," kata Chandran Sinnasamy dari LT International Futures (M) Sdn.Menurutnya, turunnya produksi bukan karena cuaca tapi musim produksi rendah. (Taufikul Basari/tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top