Siapa ABM Investama yang diborong Syailendra?

JAKARTA: Penawaran perdana  ABM Investama yang akan diperdagangkan di BEI mulai Selasa, 6 Desember 2011, adalah IPO terbesar ketiga sepanjang 2011, yang berlangsung di tengah krisis global. 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Desember 2011  |  17:07 WIB

JAKARTA: Penawaran perdana  ABM Investama yang akan diperdagangkan di BEI mulai Selasa, 6 Desember 2011, adalah IPO terbesar ketiga sepanjang 2011, yang berlangsung di tengah krisis global. 

 

Menurut keterangan pers yang dikirimkan ke redaksi Bisnis, Presiden Direktur Syailendra  Capital Jos Parengkuan justru melihat IPO ABM sebagai sebuah peluang emas meski berlangsung di tengah krisis.

 

ABM melepas 550,6 juta lembar saham (20%) dengan harga perdana Rp3.750/lembar, dengan meraih total dana Rp2,1 triliun. Konsorsium Syailendra memborong 360 juta saham ABM senilai Rp1,35 triliun, atau hampir dua pertiga dari total penawaran perdana.

 

Lantas siapa ABM Investama yang sahamnya diborong Konsorsium Syailendra Capital? 

 

ABM Investama, yang dimiliki oleh keluarga AHK Hamami, bergerak di bidang jasa dan produksi pertambangan dengan lini usaha utama mining contracting, power supply, dan tambang batu bara. 

 

Sekitar 67% dari dana IPO akan digunakan untuk capital expenditure, di antaranya untuk pengembangan tambang batubara di Aceh. Adapun 27%  lainnya akan digunakan untuk pengurangan utang bank, dan sisanya untuk kebutuhan modal kerja. 

 

Melalui anak perusahaannya, ABM memiliki tambang batubara di Aceh dan Kalimantan Selatan dengan total resources sebesar 561 juta ton dan mineable reserves yang telah mendapatkan sertifikasi JORC  (Joint Ore Reserves Committee) sebesar 221 juta ton.

 

Keluarga Hamami—salah satu pengusaha pribumi tersukses di Indonesia—juga memiliki PT Trakindo Utama yang telah menjadi distributor tunggal semua produk alat berat dan genset Caterpillar sejak tahun 1970.

 

ABM ditawarkan  pada PER sekitar 9x dengan ekspektasi pertumbuhan laba sekitar 40% per tahun selama empat tahun ke depan. Sementara itu, United Tractors pada saat ini diperdagangkan dengan PER hampir 15x.

 

Menurut Komisaris Utama ABM, Rachmat Mulyana Hamami, ABM adalah perusahaan pertama milik keluarga Hamami yang go public. “Keberhasilan kami meraih dana lebih dari Rp2 triliun dalam kondisi pasar yang sulit adalah suatu hasil yang luar biasa. Sekarang kami akan bekerja lebih keras lagi untuk memenuhi janji kami kepada investor yang telah mendukung IPO ABM,” katanya dalam siaran pers.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top