Reksa Dana Premier ETF LQ45 incar Rp1 triliun

JAKARTA: PT Indo Premier Investment Management menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) atas Reksa Dana Premier ETF LQ45 yang akan diluncurkan ulang pada awal bulan ini sebesar Rp1 triliun dalam 1 tahun ke depan.Direktur Utama Indo Premier
Hery Trianto
Hery Trianto - Bisnis.com 02 Desember 2011  |  18:40 WIB

JAKARTA: PT Indo Premier Investment Management menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) atas Reksa Dana Premier ETF LQ45 yang akan diluncurkan ulang pada awal bulan ini sebesar Rp1 triliun dalam 1 tahun ke depan.Direktur Utama Indo Premier Investment John D Item mengatakan sebetulnya secara potensi dana kelolaan untuk produk tersebut cukup besar bersamaan dengan kapitalisasi Indeks LQ45, akan tetapi perseroan mematok target dalam 1 tahun pada angka optimistis.Anak usaha PT Indo Premier Securities ini akan me-relaunching produk tersebut pada 8 Desember mendatang setelah sebelumnya produk ini telah dicatatkan pada 18 Desember 2007 dengan kode perdagangan R-LQ45X.“Saat ini pembentukan nilai di pasar primer itu nilainya memang baru Rp30 miliaran, tetapi ke depan dengan pemahaman ETF yang meningkat ditambah dengan dukungan teknologi, kami harapkan bisa Rp1 triliun AUM,” katanya kepada pers di Jakarta, tadi malam.Premier ETF LQ45 adalah reksa dana ekuitas pertama yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sama seperti saham. Reksa dana ini bertujuan memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks LQ45 yang diterbitkan oleh BEI.LQ45 adalah indeks saham berisi 45 saham dengan kapitalisasi tertinggi disaring dari 60 emiten berkapitalisasi tertinggi dalam 12 bulan terakhir. Penempatan saham dilakukan dalam setiap 6 bulan dan saham anggota indeks mesti minimal 3 bulan tercatat di BEI.Dalam kesempatan tersebut Direktur Indo Premier Investment Diah Sofiyanti mengatakan kelebihan produk tersebut di antaranya perhitungan setiap hari, kontrol eksposur yang lebih fleksibel, diversifikasi investasi, dan biaya transaksi rendah.Diah bahkan membandingkan dengan reksa dana konvensional di mana berlaku 2% entry free dan 25 exit fee, sedangkan di ETF LQ45 komisi broker untuk beli  0,19% dan jual 0,29%.Selain itu, dari sisi perpajakan juga lebih rendah mengingat pada ETF LQ45 rebalancing portofolio terjadi 6 bulan sekali berbeda dengan reksa dana konvensional yang seringkali melakukan rebalancing sehingga berkali-kali membayar pajak transaksi.“Pada reksa dana konvenional, trading belum untung, mereka sudah bayar pajak transaksi 0,1%. Saham yang dipilih manajer investasi belum untung tapi sudah rebalancing lagi, kalau ETF ini tidak,” kata Direktur Indo Premier Investment Ernawan R Salimsyah.John menjelaskan secara sederhana reksa dana indeks ETF LQ45 ini berinvestasi seluruh kekayaannya dalam semua saham yang terdapat dalam Indeks LQ45 dengan proporsi yang sama dengan bobot masing-masing saham tersebut dalam Indeks LQ45.Dia mengatakan jika pergerakan satu saham emiten ditentukan oleh kinerja fundamental emiten terkait, kinerja reksa dana perseroan ini ditentukan oleh 45 saham anggota Indeks LQ45. “Artinya ini sama sama investasi dari gambaran GDP Indonesia karena 45 saham di indeks ini punya kapitalisasi pasar terbesar dan likuid,” katanya.Namun John mengatakan pada saat ini investor memang belum mengenal secara ditel soal reksa dana ETF. Ke depan, dengan pemahaman yang meningkat diharapkan reksa dana jenis ETF ini bisa meningkat sebagaimana terjadi di luar negeri.Pada produk ini, Indo Premier Investment dibantu oleh Indo Premier Securities dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai dealer partisipan yang bertugas membantu pembelian dan penjualan kembali unit penyertaan.“Untuk produk ini kalau di pasar primer mesti beli 1 keranjang [200 lot] itu bisa mencapai Rp67 juta, sementara di pasar sekunder paling rendah 1 lot atau sekitar Rp340.000 bisa dapat 45 saham, bukan satu saham,” kata Diah.Perseroan sudah memiliki reksa dana konvensional yakni Premier Citra Optima dengan bank kustodian Deutsche Bank AG dan Reksa Dana Premier Obligasi dengan Bank Permata sebagai kustodian. Adapun produk Permier ETF ini dipercayakan kepada Citibank NA. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top