Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Morgan Stanley: Kinerja komoditas 2012 terbatas

SINGAPURA: Morgan Stanley mengatakan kinerja komoditas menunjukkan potensi keuntungan terbatas pada 2012 karena ekonomi global melambat dan meningkatkan penghindaran risiko yang mendorong kepemilikan dolar.Laporan analis Stanley yang dipimpin Hussein
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 November 2011  |  15:15 WIB

SINGAPURA: Morgan Stanley mengatakan kinerja komoditas menunjukkan potensi keuntungan terbatas pada 2012 karena ekonomi global melambat dan meningkatkan penghindaran risiko yang mendorong kepemilikan dolar.Laporan analis Stanley yang dipimpin Hussein Allidina menyebutkan solusi yang komprehensif untuk krisis utang Eropa masih tetap sulit dipahami.Pada saat yang sama indikator ekonomi menunjukkan sinyal perlambatan, juga pengurangan utang dan penghematan fiskal akan mengganggu pertumbuhan.Indeks komoditas mengalami kuartal terburuk mereka sejak 2008 dalam tiga bulan sampai 30 September di tengah keprihatinan krisis utang Eropa menyebar. Sementara itu 18 dari 24 komoditas yang dalam Indeks GSCI Standard & Poor turun pada November.JPMorgan Chase & Co, bank AS terbesar berdasarkan aset, memangkas rekomendasinya terhadap komoditas menjadi “lebih buruk”.Sementara itu, Goldman Sachs Group Inc memangkas perkiraan untuk keuntungan dalam 12 bulan ke depan menjadi 15% dari 20% pada laporan 14 November."Kenaikan untuk komoditas sebagai aset cenderung terbatas mengingat keadaan rapuh dari negara-negara OECD," kata Allidina, mengacu pada 34 negara di Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan.Dia menambahkan negara di luar anggota OECD akan terus mendukung pertumbuhan global, namun dengan kecepatan yang melambat.Morgan Stanley menegaskan kembali seruannya bahwa emas akan tetap dipilih karena investor mencari penyimpan nilai dan keamanan terhadap risiko utang dan perlambatan ekonomi di Eropa. Bank AS itu mengharapkan emas lantakan rata-rata US$2.200 per troy ounce tahun depan.Bank tersebut juga memperkirakan kenaikan terjadi pada harga jagung, kedelai dan ternak sejalan persediaan bisa lebih kecil daripada permintaan. (Taufikul Basari)(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top