Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suspend dicabut, saham Bumi Citra kembali mendaki

JAKARTA: Setelah ‘didinginkan’ melalui suspensi selama dua sesi, saham emiten properti PT Bumi Citra Permai Tbk kembali melanjutkan pendakiannya. Pada perdagangan hari ini, saham perusahaan yang dipimpin Anne Haliem tersebut ditutup naik
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 November 2011  |  20:31 WIB

JAKARTA: Setelah ‘didinginkan’ melalui suspensi selama dua sesi, saham emiten properti PT Bumi Citra Permai Tbk kembali melanjutkan pendakiannya. Pada perdagangan hari ini, saham perusahaan yang dipimpin Anne Haliem tersebut ditutup naik 20,41% ke harga Rp590 per lembar sahamnya.Sesaat setelah pembukaan perdagangan sesi pagi, Bumi Citra langsung melesat ke harga Rp570 per lembar sahamnya, naik 15,15% dibanding harga penutupan lusa Rp495 per lembarnya. Saham emiten berkode BCIP tersebut bahkan sempat menyentuh harga Rp610 per lembar, sebelum menutup perdagangan pagi dengan kenaikan 20,41% di harga Rp590.Pada perdagangan siang, BCIP bergerak di rentang harga Rp580—590 per lembarnya. Saham perseroan kemudian ditutup di harga Rp590 per lembarnya.Volume total transaksi saham BCIP pada perdagangan hari ini mencapai 1,86 juta lembar saham. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp1,08 miliar.Kemarin, saham dan waran seri I BCIP disuspensi oleh bursa terkait kenaikan harga kumulatif. Menurut data bursa, harga saham perseroan melonjak Rp291 atau 146,23% sejak harga penutupan tanggal 15 November. Plus perdagangan hari ini, saham Bumi Citra telah mengalami kenaikan 196,48% atau setara dengan Rp391.Selain mencatatkan kenaikan harga, saham BCIP juga mengalami kenaikan volume transaksi. Sejak 15 November 12,89 juta lembar saham perseroan ditransaksikan.Analis Universal Broker Satrio Utomo memerkirakan saham BCIP terkerek naik karena menjadi target backdoor listing.“Saya tidak mendengar ada rumor apapun mengenai Bumi Citra. Kalau lihat pergerakan sahamnya yang sebelumnya tidak likuid, kemungkinan dia jadi target backdoor listing,” jelasnya kepada Bisnis.Satrio menambahkan bahwa biasanya bursa akan bertindak tegas terhadap transaksi seperti yang terjadi pada saham BCIP. Oleh sebab itu, dia mewanti-wanti investor agar tidak terpengaruh dengan fluktuasi saham perseroan.“Mungkin juga ada kaitannya dengan rencana perseroan untuk pre-emptive rights. Tapi, saya takutnya setelah pre-emptive dilakukan saham perseroan malah jatuh,” imbuhnya.Dia juga membandingkan antara pergerakan saham BCIP dan GTBO pasca-suspensi. Pergerakan saham Garda Tujuh Buana pasca-suspensi cooling down, menurutnya disebabkan karena adanya placement oleh investor.“Analis juga masih wonder dengan GTBO. Sepertinya sahamnya masih disuspensi selama kondisi market masih bearish,” terangnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Kholikul Alim

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top