Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah jatuh ke 9.218 per dolar

JAKARTA: Rupiah kembali jatuh 1,9% menjadi 9.218 per dolar AS pukul 10.33 waktu Jakarta, level terendah sejak Juni 2010. Pelemahan juga terjadi pada sebagian besar mata uang Asia lain seperti won Korea Selatan yang melemah 0,4% menjadi 1.156,66
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 November 2011  |  12:25 WIB

JAKARTA: Rupiah kembali jatuh 1,9% menjadi 9.218 per dolar AS pukul 10.33 waktu Jakarta, level terendah sejak Juni 2010. Pelemahan juga terjadi pada sebagian besar mata uang Asia lain seperti won Korea Selatan yang melemah 0,4% menjadi 1.156,66 per dolar dan peso Filipina turun 0,3% menjadi 43,605. Penurunan terjadi sejalan melemahnya Iindeks Saham  MSCI Asia Pasifik setelah nilai euro terhadap mendekati level terlemahnya dalam 7 minggu. Penurunan terjadi setelah terjadi kekurangan permintaan dalam lelang obligasi Jerman. "Kondisi kerusakan di Eropa telah naik secara signifikan dan mata uang Asia bergerak seiring pelemahan euro," kata Suresh Kumar Ramanathan, ahli strategi mata uang CIMB Investment Bank Bhd di Kuala Lumpur. Kemarin Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono mengatakan Bank Indonesia akan tetap di pasar untuk mengurangi volatilitas rupiah. Menurutnya pelemahan itu lebih karena sentimen negatif  gejolak ekonomi global. “Kami masih melihat pelemahan rupiah ini akibat sentimen global. Jadi jangan khawatir berlebihan. Mudah-mudahan cepat teratasi,” katanya. Kemarin rupiah turun 0,7% ke  9.110 per dolar dibandingkan penutupan sebelumnya pada 9.045 per dolar. (Taufikul Basari)(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top