Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tidak efisien, rencana holding BUMN karya terancam batal

JAKARTA: Rencana pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi terancam dibatalkan karena dinilai justru tidak efisien.Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan untuk meningkatkan pemenangan tender proyek nasional, negara
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 November 2011  |  15:06 WIB

JAKARTA: Rencana pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi terancam dibatalkan karena dinilai justru tidak efisien.Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan untuk meningkatkan pemenangan tender proyek nasional, negara harus memiliki beberapa kontraktor pelat merah atau yang biasa disebut BUMN karya tersebut."Tentunya akan sulit untuk memenangkan tender bila hanya ada satu BUMN karya," ujarnya seusai berdiskusi dengan seluruh direksi BUMN karya pagi ini di kantor pusat PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Pasar Minggu.Dahlan menjelaskan pihaknya tengah mendorong BUMN karya untuk meningkatkan pemenangan tender proyek nasional yang saat ini baru 10%, sedangkan kontraktor swasta nasional 20%, dan kontraktor asing 70%.Hal senada diungkapkan oleh Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widjayatin akhir pekan lalu. Meskipun tidak menyatakan dengan tegas pembatalan rencana tersebut, dia menyatakan akan sulit bagi satu BUMN karya untuk bersaing dengan begitu banyaknya kontraktor swasta."BUMN karya tidak seperti BUMN semen yang bisa dibentuk induk usaha (holding)," ujarnya akhir pekan lalu.Sumaryanto menjelaskan rencana holding BUMN karya akan terbentur dengan Undang-Undang konstruksi yang mengatur proses tender dalam pengadaan barang pemerintah. Regulasi tersebut melarang ada lebih dari satu perusahaan terafiliasi dalam satu tender.Sementara itu, dia melihat kinerja BUMN karya semakin membaik. Dia optimistis tidak akan muncul lagi BUMN karya yang terancam pailit seperti PT Istaka (Persero).Adapun, PT Nindya Karya (Persero) yang akan diakuisisi PT Waskita Karya (Persero) sudah mulai mencetak laba bersih tahun ini. Sementara itu, Waskita Karya yang pernah terlilit utang hingga Rp650 miliar, juga telah mencetak laba bersih.Sumaryanto menjelaskan Waskita Karya yang saat ini masih menyelesaikan permasalahan Istaka Karya dan proses akuisisi Nindya Karya diproyeksikan akan menjadi BUMN karya berikutnya yang segera melepas saham ke publik menyusul Adhi Karya, PP, dan Wijaya Karya.Sebelumnya, kementerian BUMN menargetkan pembentukan holding atas 14 BUMN karya tersebut dilaksanakan pada 2013 setelah pembahasan Undang-Undang Jasa Konstruksi selesai. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top