Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengaruh Eropa atas minyak belum usai

SINGAPURA: Harga minyak diperdagangkan berada dekat level terendah dalam 2 dua hari setelah kemarin terkoreksi akibat kecemasan soal krisis utang Eropa.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 November 2011  |  08:18 WIB

SINGAPURA: Harga minyak diperdagangkan berada dekat level terendah dalam 2 dua hari setelah kemarin terkoreksi akibat kecemasan soal krisis utang Eropa.

Minyak berjangka sedikit berubah setelah jatuh 0,9% kemarin. Kejatuhan kemarin terjadi seiring biaya pinjaman Italia naik ke level tertinggi sejak Juni 1997, memperdalam kekhawatiran bahwa krisis Eropa sedang memburuk. Harga minyak sedikit naik setelah spekulasi soal Eropa dimentahkan tanda-tanda penurunan cadangan bahan bakar di AS, konsumen terbesar minyak mentah dunia. Menurut estimasi median dari 11 analis yang disurvei oleh Bloomberg, stok minyak mentah AS kemungkinan turun 1 juta barel, atau 0,3%, pada pekan yang berakhir 11 November.   Laporan resmi Departemen Energi akan dirilis besok. Pada minggu sebelumnya persediaan turun 1,4 juta barel. Para manajer dana menaikkan posisi beli, bertaruh bahwa harga akan naik untuk minyak brent yang diperdagangkan di bursa ICE Futures Europe, London, minggu lalu. "Masih banyak ketidakpastian atas Eropa," kata Ken Hasegawa, Manajer Perdagangan Komoditas-Derivatif Newedge Group di Tokyo. Dia memperkirakan minyak berjangka akan diperdagangkan antara US$95-US$100 per barel dalam waktu dekat. "Penurunan tadi malam adalah koreksi, tapi saya pikir pelemahan akan terbatas dari sudut pandang [analisis] teknis," ujar Hasegawa. Menurut dia, secara teknis harga minyak di New York memiliki dukungan (support) dengan menilik pergerakan rata-rata dalam 200 hari terakhir. Berdasarkan data Bloomberg rata-rata harga bergerak di US$95,15 per barel hari ini. Harga minyak mentah untuk pengiriman Desember berada di US$98,19 per barel, naik 5 sen, dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pukul 08:32 waktu Singapura. Kemarin, harga kontrak itu turun 85 sen, berada di US$98,14 per barel. Selama 2011 harga telah meningkat 7,4%, setelah naik 15% pada tahun lalu. Sementara itu harga minyak Brent untuk pengiriman Desember di ICE Futures Eropa kemarin turun US$2,27 atau 2%, mengakhiri sesi di US$111,89 per barel. Kontrak ini berakhir hari ini. Kontrak berjangka Januari, yang lebih aktif, turun 1,5% menjadi US$111,28. (Taufikul Basari/ea)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top