Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Panen jatuh, harga kedlai AS melejit

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 November 2011  |  14:30 WIB

 

CHICAGO: Harga kedelai melejit pekan lalu, dipicu spekulasi panen AS jatuh lebih dari perkiraan pemerintah setelah cuaca kering membuat hasil panen menurun.
 
Departemen Pertanian AS memangkas proyeksi panen kedelai tahun ini untuk dua bulan berturut-turut. Lembaga pemerintah tersebut memprediksi produksi akan turun 8,5% menjadi 82,9 juta ton. 
 
Data Pusat Iklim Nasional menyebutkan beberapa lahan dari Minnesota ke Tennessee sempat mengering pada Agustus.
 
"Lahan kedelai diperkirakan mendapat hasil panen yang lebih kecil. Ada beberapa kenaikan permintaan setelah penurunan harga baru-baru ini," kata Jim Gerlach, Kepala A/C Trading.
 
Harga kedelai pengiriman Januari di Chicago Board of Trade naik 0,7% dan ditutup pada harga US$11,75 per bushel. Sebelumnya harga menyentuh angka US$11,67, level terendah untuk kontrak teraktif sejak 10 Oktober. 
 
Sementara itu, harga minyak kedelai turun 3,7% pekan lalu, dan terperosok hingga 16% tahun ini.
 
Harga Jagung
 
Di bursa Chicago, Harga kontrak jagung pengiriman Desember turun 1,1% menjadi US$6,38 per bushel. Pekan lalu harga turun 2,6%, mengakhiri reli lima pekan lalu.
 
Harga tunai rata-rata AS untuk komoditas jagung meningkat pada premium hampir US$0,40 per bushel di atas premium gandum kemarin, tingkat terbesar sejak 22 September. 
 
Data Bursa Pertanian Minneapolis menunjukkan eksportir AS menjual 251.858 ton jagung pada pekan yang berakhir 3 November. Jumlah ini menurun 56% dari tahun sebelumnya.
 
"Kami telah kehabisan peminat untuk membeli jagung. Kita akan melihat beberapa subtitusi gandum dalam pakan ternak," ujar Shawn McCmabridge, Analis Senior Jefferies Bache Commodities.(ln)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lavinda/Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top