Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Euro masih bayang-bayangi pergerakan harga emas

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 November 2011  |  20:32 WIB

 

JAKARTA: Harga emas pekan depan (7-11 November) masih akan digerakkan isu-isu di  seputar masalah zona euro dan perkembangan kebijakan bank sentral AS. Survei menunjukkan tingginya ekspektasi kenaikan harga.
 
Ariston Thendra,Kepala Riset Monex Investment Futures, mengingatkan investor masih harus memperhatikan perkembangan seputar situasi zona euro. 
 
"Emas akan mencoba naik mendekati level US$1.780 per ounce, dengan level support terdekat US$1.720," ujarnya kepada Bisnis hari ini. 
 
Sementara itu, para pedagang emas memiliki ekspektasi tinggi untuk kenaikan harga pekan depan sejalan meningkatnya posisi beli oleh pengelola dana. 
 
Hal itu terjadi di tengah spekulasi krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi AS yang akan memicu permintaan logam sebagai perlindungan kekayaan. 
 
Sejumlah 28 dari 32 orang, atau 73,6%,  yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan emas meningkat di Comex di New York dalam minggu ini depan. Prosentase itu adalah yang terbesar sejak 14 Oktober.
 
Data pemerintah AS menunjukkan para manajer uang menaikkan posisi net-long atau beli bersih 
 
untuk emas di bursa New York hingga 8,7% dalam pekan yang berakhir 25 Oktober. Posisi beli menunjukkan harapan harga akan naik. 
 
Manajer uang itu menaikkan posisi net-long mereka di bursa Comex untuk produk berjangka dan opsi menjadi 138.846 kontrak hingga 25 Oktober, terbesar sejak Agustus
 
Pekan lalu harga emas naik di atas US$1.760 per ounce untuk pertama kalinya dalam 6 minggu. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Taufikul Basari

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top