Harga logam makin tergelincir

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 September 2011  |  13:34 WIB

 

SHANGHAI: Harga logam jatuh mengiringi penurunan tembaga dalam 3 bulan terakhir yang mencapai 5,9% akibat kekhawatiran krisis Eropa dan prospek pertumbuhan ekonomi lebih lebih lambat.
 
Harga tembaga turun US$430 menuju US$6.821 per metrik ton di London Metal Exchange dan diperdagangkan pada US$7.060 pukul 12.08 di Shanghai. 
 
Indeks 6 logam LME telah anjlok 20% pada kuartal ini, menggiring pada kerugian terbesar sejak 2008.
 
Harga tembaga untuk pengiriman Desember turun 5,1% menjadi US$3,08 per pon pada Comex di New York sebelum berada di US$3,19. Harga kontrak pengiriman Desember kehilangan 5,6% menjadi 52.090 yuan (US$8.143) per ton di Shanghai Futures Exchange.
 
Setelah Citigroup Inc menggunakan istilah kiamat karena tembaga dimungkinkan turun hingga US$4.500 per ton, Goldman Sachs juga memprediksi pasar ini akan bullish. 
 
“Kami memperkirakan terjadi defisit ketat untuk kondisi pasar untuk 2015," tulis analis Goldman.
 
Sementara itu, harga aluminium turun 1,2% menjadi US$2.208 per ton, seng turun 3,1% menjadi US$1.881 per ton, dan timbel turun 1,9% menjadi US$1.970 per ton. 
Harga nikel turun 1,5% menjadi US$18.235 per ton dan timah melemah 1% menjadi US$20.350 per ton. 
 
"Kepercayaan investor sedang berkurang. Sekarang krisis utang mengarah pada masalah likuiditas global seiring jatuhnya pasar global telah menguras dana," kata Ren Yunpeng, seorang analis pada China International Futures Co.
 
Dalam jejak pendapat Bloomberg, 57% responden mengatakan bahwa perekonomian China, yang tumbuh 9,5% kuartal terakhir, hanya akan naik kurang dari 5% per tahun pada 2016. 
 
Sementara, 12% di antaranya melihat perlambatan terjadi dalam setahun ini, dan 47% mengatakan hal itu akan terjadi dalam 2 tahun sampai 5 tahun mendatang. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Taufikul Basari

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top