Produk reksa dana terkendala aturan pajak

JAKARTA: Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menyatakan inovasi varian produk reksa dana selama ini terkendala masalah aturan perpajakan yang tidak jelas.Selama ini varian jenis produk reksa dana hanya terpaku pada instrumen saham, obligasi,
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 29 September 2011  |  17:38 WIB

JAKARTA: Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menyatakan inovasi varian produk reksa dana selama ini terkendala masalah aturan perpajakan yang tidak jelas.Selama ini varian jenis produk reksa dana hanya terpaku pada instrumen saham, obligasi, dan pasar uang.Ketua APRDI Abiprayadi Riyanto mengatakan ekspektasi industri untuk membuat produk baru dengan instrumen baru sebenarnya ada tapi terbentur aturan perpajakan yang belum inline dengan ekspektasi tersebut."Banyak instrumen perpajakan yang belum jelas, sehingga kalau kami bikin produk baru takutnya akan terkena pajak dobel, return bagus tapi pajaknya berkali-kali," katanya di Jakarta, Kamis 29 September.Kondisi tersebut, ujarnya, berbeda jauh dengan praktik di negara-negara lain yang telah mendapatkan dukungan dari aturan-aturan dari Otoritas terkait."Instrumen option dihampir semua negara sudah hidup, tetapi di Indonesia belum bisa," ujarnya.Menurut dia, dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mewujudkan sinergi antara inovasi instrumen produk reksa dana dengan aturan Otoritas terkait di Indonesia.  "Ada sesuatu yang menghambat untuk berkreasi lebih, bukannya nggak mau tapi butuh waktu ke sana," tambahnya. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top