Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga kontrak karet akhirnya turun

TOKYO: Setelah melonjak hingga level 6,9%, harga karet akhirnya tergelincir. Penurunan ini terjadi di tengah spekulasi bahwa para keputusan pemimpin Eropa terpecah dalam rencana mengatasi krisis utang di kawasan tersebut.Kontrak karet untuk pengiriman
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  12:16 WIB

TOKYO: Setelah melonjak hingga level 6,9%, harga karet akhirnya tergelincir. Penurunan ini terjadi di tengah spekulasi bahwa para keputusan pemimpin Eropa terpecah dalam rencana mengatasi krisis utang di kawasan tersebut.Kontrak karet untuk pengiriman Maret di Tokyo Commodity Exchange turun 0,87% dari 319,3 yen per kilogram menjadi 316,5 yen pukul 00.11 pagi. Kontrak paling aktif menghadapi penurunan hingga 24% tahun ini."Kekhawatiran tentang krisis utang Eropa terus berlanjut, menyeret harga kontrak karet berjangka ke level yang lebih rendah," ujar Kazuhiko Saito, analis di perusahaan broker Fujitomi CO seperti dikutip Bloomberg di Tokyo, hari ini.Sebelumnya, harga karet meningkat pada spekulasi bahwa China –sebagai konsumen karet terbesar di dunia, berpotensi meningkatkan permintaan sebelum Hari Nasional pekan depan. Pasar komoditas ini juga didukung oleh kekhawatiran berkurangnya pasokan karet setelah banjir melanda Thailand.Di Shanghai, kontrak karet pengiriman Januari turun 1,5% menjadi 27.840 yuan (US$4.360) per ton. Persediaan karet yang terpantau oleh Shanghai Futures Exchange yakni sebanyak 33.766 ton pekan lalu. Data bursa menunjukkan jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan rata-rata stok karet selama 5 tahun yang sebesar 63.213 ton.Rubber Research Institute di Thailand melaporkan harga karet tunai di Thailand turun 1,5% menjadi 134,10 baht (US$4,33) per kg. Analis DS Futures Co yang berbasis di Bangkok menyatakan tingginya curah hujan di Thailand menambah kekhawatiran bahwa pasokan dari negara penghasil karet terbesar ini diprediksi akan berkurang.Untuk diketahui, bencana banjir di Thailand telah menewaskan setidaknya 166 jiwa selama 2 bulan terakhir. Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi melaporkan hujan deras yang terjadi sejak 25 Juli 2011 telah menyebabkan 57 provinsi di negara gajah putih ini terendam banjir. (Lavinda/faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top