Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah diminta tak jual SUN langsung ke pasar

JAKARTA: Pemerintah diminta mengkaji kemungkinan untuk tidak menjual surat utang negara (SUN) secara langsung ke pasar, tetapi mengalihkan penjualannya secara langsung ke Bank Indonesia dan BUMN guna mengantisipasi bergejolaknya harga portofolio tersebut.Selain
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 27 September 2011  |  14:51 WIB

JAKARTA: Pemerintah diminta mengkaji kemungkinan untuk tidak menjual surat utang negara (SUN) secara langsung ke pasar, tetapi mengalihkan penjualannya secara langsung ke Bank Indonesia dan BUMN guna mengantisipasi bergejolaknya harga portofolio tersebut.Selain itu, pemerintah juga diminta untuk membeli kembali obligasi global dengan bantuan BI dan BUMN karena negara-negara lain yang memegang surat utang tersebut saat ini mulai melepas SUN dan memilih memegang dana tunai.Ekonom dari EC-Think, Aviliani, menuturkan BI dan BUMN merupakan investor jangka panjang, sehingga harga SUN bisa tetap stabil."Saat ini pemerintah perlu mempertimbangkan untuk tidak lagi menjual SUN ke pasar, namun ke BI dan BUMN. Di tengah kondisi perekonomian global seperti saat ini, perlu kiranya bagi pemerintah mengantisipasi penurunan harga SUN akibat investor yang memilih memegang dana tunai,"ujarnya hari ini.Menurut dia, BI juga perlu untuk melepas surat utang negara lain dan lebih memprioritaskan membeli SUN pemerintah. "Waktunya bagi BI melepas kepemilikan surat utang dari negara lain dan fokus memegang obligasi pemerintah."Sementara itu, Macro Econiomic Specialis EC-Think Telisa Falianty mengungkapkan pemerintah perlu berhati-hati dalam mengelola utang. Krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat harus menjadi gambaran mengenai perlunya kehati-hatian pengelolaan kewajiban.Hingga saat ini total SUN yang telah diterbitkan pemerintah mencapai Rp1.144,82 triliun. Data yang dirilis Kementerian Keuangan bulan ini menunjukkan investor asing menguasai portofolio tersebut sekitar 35%, BI sebesar 0,57%, serta bank BUMN 18,64%. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top