Indonesia wacanakan setop ekspor, harga timah melambung

JAKARTA: Rencana penghentian ekspor timah dari Indonesia per 1 Oktober membuat harga di bursa London naik 3,1% hari ini.Harga timah untuk pengiriman 3 bulan berikutnya reli 3,1% menjadi US$20.950 per ton di London Metal Exchange hari ini, memimpin rebound
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 September 2011  |  10:42 WIB

JAKARTA: Rencana penghentian ekspor timah dari Indonesia per 1 Oktober membuat harga di bursa London naik 3,1% hari ini.Harga timah untuk pengiriman 3 bulan berikutnya reli 3,1% menjadi US$20.950 per ton di London Metal Exchange hari ini, memimpin rebound di logam dasar dan menambahkan kenaikan 0,6% kemarin. Harga logam ini merosot ke US$17.000 pada 23 September, 49% di bawah level tertinggi yang sempat dicapai pada US$33.600 per ton pada 11 April.Menurut Johan Murod, Direktur PT Bangka Belitung Timah Sejahtera, eksportir terbesar timah, rencana untuk menghentikan pengiriman luar negeri mulai 1 Oktober dalam upaya untuk mendukung harga.PT Timah, produsen terbesar, dan PT Koba Tin berada di antara 28 perusahaan yang setuju untuk menghentikan ekspor setelah pertemuan kemarin dengan Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali. Menurut Murod pengiriman ke luar negeri akan dilanjutkan jika harga bergerak ke US$25.000 per metrik ton.Berkurangnya pasokan dari Indonesia dapat membantu untuk menghentikan kemerosotan harga yang didorong oleh kekhawatiran bahwa ekonomi dunia tergelincir ke dalam resesi lain seiring pertumbuhan AS terhenti dan upaya Eropa mengatasi krisis utang.Murod mengatakan produsen timah menghadapi kebangkrutan jika harga terus merosot."Kami merasa bahwa larangan ekspor adalah instrumen terbaik saat ini yang secara efektif dapat membantu meningkatkan harga," kata Murod setelah pertemuan di Pangkalpinang, Bangka Belitung, seperti dikutip Bloomberg.Upaya tersebut, ujarnya, guna membantu industri timah serta penambang tradisional dari kerugian yang lebih dalam. Bangka Belitung adalah daerah penghasil utama timah. Harga komoditas itu, termasuk logam dasar, telah menurun drastis bulan ini karena kekhawatiran investor terhadap resesi global yang meningkat. Harga timah terpangkas 13% dalam sepekan hingga 23 September seiring nikel dan tembaga turun 15% dan timbel anjlok 17%.Murod menyebutkan bahwa Timah Sejahtera, kelompok yang terdiri atas 6 smelter, menghentikan produksi pekan lalu setelah harga terjun dan meminta pemasok bijih yang belum diproses untuk menghentikan penjualan. Sedangkan Rudy Irawan, wakil ketua Asosiasi Industri Timah Indonesia, mengatakan Gubernur Bangka Belitung akan mengeluarkan keputusan sebagai dasar hukum untuk menghentikan ekspor. (FAA)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Taufikul Basari

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top