Rupiah pagi ini di level Rp8.950 per dolar AS

JAKARTA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sedikit melemah dan bertengger di level Rp8.950 pada perdagangan pagi ini.Pada pukul 08.36 WIB, rupiah diperdagangkan pada Rp8.950, melemah 9 basis poin atau melemah 0,10% dibandingkan dengan penutupan akhir
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 26 September 2011  |  09:34 WIB

JAKARTA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sedikit melemah dan bertengger di level Rp8.950 pada perdagangan pagi ini.Pada pukul 08.36 WIB, rupiah diperdagangkan pada Rp8.950, melemah 9 basis poin atau melemah 0,10% dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu yang Rp8.941 per dolar AS.Pagi ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp8.930-Rp8.950 per dolar AS.Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan kembali menguat. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A. Johansyah mengatakan dampak krisis global terhadap rupiah masih lebih baik jika dibandingkan dengan mata uang kawasan regional."Itu bisa dilihat dari perkembangan year to date, rupiah masih mengalami apresiasi jika dibandingkan ringgit, baht dan won yang melemah atau depresiasi," ujarnya dalam pesan tertulis, kemarin.Sebagai perbandingan dampak global terhadap pelemahan rupiah dan mata uang regional lain, yuan China apresiasi 3,46%, yen Jepang apresiasi 6,55%, rupiah apresiasi 1,89%, dolar Singapura apresiasi 1,10% dan peso Filipina apresiasi 0,17%.Adapun ringgit Malaysia depresiasi 2,49%, baht Thailand depresiasi 1,64% serta won Korea depresiasi 3,30%.Difi menyampaikan bank sentral terus melakukan intervensi secara langsung maupun pembelian surat utang negara (SUN). Sejak 22 September BI membuka lelang SUN untuk stabilitasi nilai tukar rupiah.Pada hari itu, BI menyerap SUN sebesar Rp3,2 triliun dari pagu indikatif Rp5 triliun dan pada 23 September 2011 menyerap Rp300 miliar dari pagu indikatif Rp4 triliun. "Artinya tidak banyak yang mau lepas SUN sekarang ini," kata Difi. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top