Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga minyak kembali jatuh

NEW YORK: Harga minyak jatuh ke level terendah dalam hampir 7 minggu di New York, memperpanjang penurunan 9,2% pekan lalu, di tengah perkiraan krisis utang Eropa akan mengurangi permintaan bahan bakar.Harga minyak berjangka jatuh 3,4% setelah pemimpin
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 September 2011  |  18:11 WIB

NEW YORK: Harga minyak jatuh ke level terendah dalam hampir 7 minggu di New York, memperpanjang penurunan 9,2% pekan lalu, di tengah perkiraan krisis utang Eropa akan mengurangi permintaan bahan bakar.Harga minyak berjangka jatuh 3,4% setelah pemimpin lembaga keuangan pada pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional di Washington mendesak para pembuat kebijakan Eropa untuk meningkatkan langkah-langkah penyelamatan seiring Yunani berada di tepi default. Menteri Perminyakan Qatar mengatakan masalah di kawasan itu telah memperlambat permintaan minyak mentah."Gagal bayar bagi Yunani tidak bisa dihindari dan kita masih harus menanti keputusan yang bagaimana untuk menangani hal itu," kata Christopher Bellew, broker senior di Bache Jefferies Ltd di London."Dalam jangka pendek kepanikan sesaat bisa mendorong brent ke bawah US$100, namun pertumbuhan permintaan China kemungkinan berguna untuk mencegah harga jatuh lebih rendah," kata Christopher.Harga minyak mentah untuk pengiriman November di New York Mercantile Exchange jatuh US$2,74 ke US$77,11 per barel, harga terendah sejak 9 Agustus, dan berada di US$79,31 pukul 10:24 waktu London. Minyak turun 13 persen tahun ini di New York.Sedangkan harga brent berjangka untuk penyelesaian November berada di US$103,96 per barel, turun 1 sen, pada ICE Futures Europe yang berbasis di London.Menteri Keuangan AS Timothy F. Geithner mengatakan pada pertemuan IMF bahwa pemerintah dan Bank Sentral Eropa harus meredakan risiko yang paling serius yang sekarang dihadapi perekonomian dunia.Mohamed El-Erian, CEO Pacific Investment Management Co, memperkirakan ekonomi negara maju akan melambat selama tahun depanseiring terperosoknya Eropa ke dalam sebuah resesi. Krisis utang eropa dan ketakutan umum mengenai ekonomi global, kata Menteri Perminyakan Qatar Mohammed Saleh al Sada, melemahkan permintaan minyak mentah. Tambah lagi pasokan dari Libya kini mulai pulih.Menurut perkiraan Bloomberg  pasokan dari negara itu turun menjadi 45.000 barel per hari bulan lalu, dibandingkan dengan 1,6 juta barel per hari yang dihasilan Libya pada Januari. (23/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top