Harga emas berpotensi lampaui harga platinum

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 September 2011  |  20:04 WIB

 

LONDON: Setelah hampir 2 dekade harga emas di bawah platinum, kini gejolak ekonomi  merentangkan jarak harga keduanya dalam grafik yang berbeda sama sekali. 
 
Berdasar data Bloomberg harga emas kemarin telah 3,1% mengungguli platinum di London. Bandingkan dengan rata-rata harga emas yang terdiskon 39% terhadap platinum selama dekade terakhir. 
 
Tak sampai di situ, menurut David Wilson dari Societe Generale SA di London, logam kuning dapat 26% lebih mahal dari platinum pada kuartal ketiga 2012. David, dalam catatan Bloomberg, adalah analis yang perkiraannya atas platinum, palladium dan perak paling akurat selama dua tahun. 
 
Harga kedua logam bertemu dalam titik grafik untuk pertama kalinya sejak perekonomian global berada dalam resesi pada 2008 karena investor mencari tempat berlindung dari melemahnya pasar saham dan melambatnya pertumbuhan. 
 
Pada saat platinum turun 4,6% untuk tahun ini karena 58% dari pasokan digunakan dalam industri untuk catalytic converter, kaca dan bahan kimia, harga emas naik 22%. 
 
Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, nilai uang yang dipegang investor dalam pertukaran produk ini mencapai US$124,3 miliar, sekitar 53 kali lebih besar daripada di platinum.
 
"Rasio ini mengindikasikan bahwa pasar masih khawatir tentang resesi global," kata Peter Fertig, pemilik Quantitative Commodity Research Ltd di Hainburg, Jerman. Peter dikenal sebagai peramal harga platinum paling akurat sejauh tahun ini dalam sebuah survei oleh London Bullion Market Association.
 
Harga emas maju menjadi US$1.728,72 per ounce tahun ini, mencapai rekor US$1.921,15 pada 6 September, dan platinum berada pada US$1.689,55 per ounce. Societe Generale memperkirakan harga emas rata-rata US$2.350 dan platinum US$1.860 pada kuartal ketiga tahun depan. 
 
Indikator GSCI Standard & Poor atas 24 komoditas turun 4,6% tahun ini dan emas adalah pemain terbaik, mengalahkan perak, yang naik 12%. Sementara itu, Indeks MSCI semua negara atas bursa saham mundur 16%, dengan kehilangan hampir US$12 triliun dari nilai pasarnya sejak Mei. (M.Taufikul Basari/sut)
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top