Rumor suspensi di BEI omong kosong

JAKARTA: Rumor mengenai suspensi perdagangan di Bursa Efek Indonesia disanggah oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito.Menurut dia, BEI tidak memiliki aturan suspensi perdagangan khusus. "Nggak ada aturan 10% itu. Yang perlu ditekankan,
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 23 September 2011  |  16:57 WIB

JAKARTA: Rumor mengenai suspensi perdagangan di Bursa Efek Indonesia disanggah oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito.Menurut dia, BEI tidak memiliki aturan suspensi perdagangan khusus. "Nggak ada aturan 10% itu. Yang perlu ditekankan, suspensi akan jadi pilihan terakhir. Suspensi itu tergantung situasi pasar. Kalau kita turun 10% sementara bursa regional anjlok lebih tinggi, tidak akan ada suspensi karena itu wajar," tegasnya kepada wartawan kemarin.Ito menambahkan manajemen protokol krisis setiap hari dijalankan oleh BEI melalui pengamatan berbagai variabel aktivitas perdagangan.Bentuknya antara lain melalui pengamatan volatilitas, harga permintaan dan harga penawaran, serta pattern order. Setiap divisi dalam BEI memiliki bagian masing-masing yang terus mengamati perdagangan.Jika pola pemesanan (pattern order) tidak wajar, seperti aksi jual porsinya jauh melebihi porsi beli, BEI baru akan melakukan suspensi.Pattern order yang terbentuk seminggu ini, menurut BEI, masih berada dalam batas kewajaran. Menurut Ito, anjloknya IHSG beberapa hari ini lebih banyak disebabkan oleh melemahnya bursa regional lainnya, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap US$.Kucuran dana dari BI sekitar US$100 juta beberapa hari lalu, selain menjaga agar nilai tukar rupiah terhadap US$ tidak terperosok lebih dalam, diakuinya turut membantu indeks agar tidak terperosok lebih dalam lagi."Memang sudah tugas BI untuk menjaga pasar uang. Namun, BI terlalu lama membiarkan pasar bergejolak," tegasnya.(Muhammad Kholikul Alim/ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top