Nilai tukar rupiah diprediksi melemah

JAKARTA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah pada hari ini.Nilai tukar rupiah pada siang ini sudah melemah terhadap dolar AS sebesar 1,06% menjadi Rp9.114 dibandingkan dengan penutupan
Intan Permatasari
Intan Permatasari - Bisnis.com 22 September 2011  |  11:10 WIB

JAKARTA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah pada hari ini.Nilai tukar rupiah pada siang ini sudah melemah terhadap dolar AS sebesar 1,06% menjadi Rp9.114 dibandingkan dengan penutupan kemarin yang sebesar Rp9.018. Padahal, nilai tukar rupiah kemarin melemah 1,41% menjadi Rp9.018 dibandingkan dengan hari sebelumnya senilai Rp8.893 per dolar AS.Analis Riset PT Bank Negara Indonesia Tbk Apressyanti Senthaury dalam risetnya yang dikirimkan kepada Bisnis hari ini mengungkapkan belum hilangnya ancaman krisis utang Eropa dan indikasi pesimisme pelaku pasar atas hasil pertemuan The Fed dini hari mensinyalkan lesunya selera investor."Hal ini memicu terbatasinya penguatan rupiah, apalagi bursa-bursa global diestimasi melorot dan mendorong bursa regional untuk melemah, hingga ikut menekan situasi indeks harga saham gabungan," paparnya.Apalagi, lanjut dia, Moody’s Investor Service baru saja menurunkan peringkat Bank of America, Wells Fargo & Citigroup. Moody’s berpendapat bahwa kemungkinan kecil ketiga bank tersebut mendapat uluran bantuan dari pemerintah jika kondisi keuangannya menurun.Kepala Riset PT eTrading Securities Betrand Raynaldi mengungkapkan Bank Sentral AS, Federal Reserve, mengumumkan rencana pembelian US$400 miliar utang jangka panjang. Hal ini meningkatkan risiko penurunan prospek perekonomian AS.Selain itu, minyak jenis light sweet kemarin diperdagangkan di level US$85 per barel menyusul kekhawatiran akan turunnya jumlah permintaan akan bahan bakar setelah Federal Reserve mengatakan kemungkinan penurunan ekonomi prospek negara tersebut.(mmh) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top