Investor berspekulasi, harga minyak jatuh lagi

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  06:44 WIB

 

JAKARTA: Harga minyak jatuh untuk hari kedua di New York karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar akan goyah setelah Federal Reserve mengatakan ada "risiko penurunan yang signifikan" untuk prospek ekonomi AS, negara konsumen minyak mentah terbesar di dunia.
 
Kontrak minyak tergelincir sebanyak 1,3% setelah turun 1,2% kemarin. The Fed mengumumkan rencana untuk membeli US$400 miliar utang jangka panjang dalam upaya untuk menjaga ekonomi dari resesi yang lebih dalam. Harga premium minyak Brent diperdagangan London dalam dolar AS yang lebih tinggi.
 
Minyak mentah untuk pengiriman November turun sebanyak US$1,11 sampai US$84,81 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di posisi US$84,90 pada pukul 08:50 waktu Sydney. Kontrak kemarin turun US$1 ke posisi US$85,92. Harga minyak 14% lebih tinggi dari tahun lalu.
 
Kontrak minyak Brent untuk pengiriman November turun 18 sen kemarin dan mengakhiri sesi di posisi US$110,36 per barel pada ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Acuan kontrak itu ditutup pada US$24,44 dibandingkan dengan rekor US$26,87 pada 6 September, berdasarkan harga penyelesaian November.
 
Pasokan minyak mentah AS turun 7,34 juta barel menjadi 339 juta pekan lalu, level terendah sejak Januari, menurut laporan dari Departemen Energi.
 
Persediaan bensin naik 3,3 juta barel menjadi 214,10 juta barel, kenaikan terbesar satu pekan sejak Mei dan tingkat tertinggi sejak Juli, laporan menunjukkan. Analis memperkirakan bahwa pasokan akan meningkat 1,35 juta barel. (ln)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lahyanto Nadie/Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top