IHSG anjlok, investor lokal panic selling

BANDUNG: Sebagian investor saham di Bandung melakukan aksi jual saham secara panik melihat pemodal asing yang keluar dari bursa sehingga menekan indeks harga saham gabungan sesi siang.Fitra Gavino, Branch Manager Bandung CIMB Securities, mengatakan asing
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  16:42 WIB

BANDUNG: Sebagian investor saham di Bandung melakukan aksi jual saham secara panik melihat pemodal asing yang keluar dari bursa sehingga menekan indeks harga saham gabungan sesi siang.Fitra Gavino, Branch Manager Bandung CIMB Securities, mengatakan asing cukup khawatir terhadap dampak perekonomian global karena Amerika Serikat tidak mengeluarkan quantitative easing jilid tiga (QE 3).“Investor lokal ikut-ikutanpemodal asing yang keluar dari bursa. Saya juga melihat ada margin call, sehingga terjadi aksi jual secara panik,” katanya kepada Bisnis, hari ini.Fitra mengatakan Indonesia sudah memiliki pengalaman memulihkan kondisi pasar yang anjlok pada 2008. Namun, perbedaannya, pada 2008 kondisi suku bunga sertifikat Bank Indonesia terhitung masih menarik bagi investor asing. Akibatnya, pemodal asing bisa segera masuk lagi ke market Indonesia.“Kondisi sekarang berbeda. BI berencana kembali memangkas suku bunga, sehingga berpotensi menurunkan porsi portofolio asing,” ujarnya.Adrian Teja, Head of Eqiuty Panin Sekuritas Bandung mengatakan IHSG sudah hampir mendekati level bottom saat ini. “Kami melihat tekanannya sudah hampir mereda, dan ada peluang bagi indeks untuk technical rebound,” katanya.Dia menjelaskan salah satu penggerak technical rebound ialah laporan keuangan sejumlah emiten yang masih terlihat bagus.Namun, Adrian memrediksikan masa rebound IHSG kemungkinan hanya berlangsung selama Oktober saja, karena akan ada tekanan susulan dari sentimen negatif di Italia pada November.“Pemodal hanya punya waktu sekitar 1 bulan untuk memanfaatkan momentum. Kami khawatir imbas kemungkinan gagal bayar Italia bisa lebih besar dibanding Yunani,” katanya. Adrian memrediksikan IHSG akan berada pada level 3.600—3.7000 pada akhir tahun ini.Yoyok Prasetyo, Branch Manager Bandung UOB Kay Hian Securities, mengatakan tekanan terhadap indeks kemungkinan tidak berlangsung lama, karena bursa sudah dalam kondisi jenuh jual saat ini.“Tekanan jual sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ada kemungkinan IHSG segera berbalik arak menuju tren penguatan,” katanya. Yoyok mengatakan pemodal sebenarnya sudah mulai bisa mencermati sejumlah saham-saham unggulan karena harganya telah terdiskon.Rata-rata investor asing, saat ini lebih memilih memegang uang tunai dibandingkan dengan portofolio investasi. Namun kata dia, kondisi tersebut kemungkinan tidak berlangsung lama, dan akan terjadi arus masuk kembali dana asing ke pasar dalam negeri.“Asing pastinya akan melihat negara mana yang memiliki fundamental bagus. Ada kemungkinan arus dana asing tersebut kembali masuk pada bulan depan,” katanya. (api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Roberto Purba

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top