Rencana konversi utang Kertas Basuki disetujui

JAKARTA: Pemegang saham PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk menyetujui rencana manajemen untuk menerbitkan 774,88 juta saham baru seri D tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non preemptive right).Jumlah tersebut sama dengan 9,79% dari total saham
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 21 September 2011  |  17:54 WIB

JAKARTA: Pemegang saham PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk menyetujui rencana manajemen untuk menerbitkan 774,88 juta saham baru seri D tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non preemptive right).Jumlah tersebut sama dengan 9,79% dari total saham yang ditempatkan dan disetor perseroan saat ini yaitu sebanyak 7,91 miliar. Nilai nominal saham baru tersebut ditetapkan Rp50 per saham dengan harga pelaksanaan Rp67 per saham.Aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari skema pelunasan utang Rp51,92 miliar milik anak usaha perseroan yaitu PT Kertas Basuki Rachmat (KBR) yang telah diambilalih oleh perseroan (novasi utang).Selanjutnya, saham baru hasil penerbitan  tersebut akan dimiliki oleh PT Wahyu Berkat Abadi selaku kreditur perseroan dengan porsi kepemilikan saham sebesar 8,92%.Sekretaris Perusahaan Kertas Basuki Tiur Simamora menerangkan sebanyak 99% pemegang saham yang hadir dalam RUPSLB menyetujui aksi konversi utang menjadi saham tersebut dalam rangka menyehatkan kondisi keuangan perseroan."Kertas Basuki sekarang bersih, tidak punya utang lagi sehingga terbuka lebar kesempatan untuk memperoleh pinjaman," ungkapnya usai RUPSLB, hari ini.Saat ini, perseroan yang pernah menyandang status perusahaan pelat merah itu tengah mengajukan pinjaman bank sebesar US$50 juta-US$55 juta untuk penyelesaian pembangunan paper machine dua (PM 2)."Selama ini kan maju mundur, mudah-mudahan dengan leverage yang bagus sekarang, pinjaman tersebut bisa diperoleh sebelum November," tuturnya. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top