BI sukses kawal rupiah

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 September 2011  |  18:15 WIB

 

JAKARTA: Eksistensi Bank Indonesia di pasar dinilai masih kuat setelah rupiah ditutup bertahan di Rp8.893 per dolar, sama seperti penutupan sehari sebelumnya, meskipun sempat menyentuh Rp9.060 hari ini. 
 
Menurut ekonom BNI Rosady T.A. Montol gejolak di pasar uang lebih disebabkan oleh kepanikan akibat peningkatan kekhawatiran terhadap krisis utang di Eropa setelah peringkat utang Italia dipangkas oleh Standard&Poor.  
 
"Pelemahan mata uang sejauh ini tidak cukup berbahaya," kata Rosady. 
 
Berdasar data Bloomberg nilai rupiah yang sempat menyentuh Rp9.060 per dolar akhirnya ditutup pada Rp8.893, sama seperti penutupan kemarin. Hal itu, kata Rosady, membuktikan eksistensi BI di pasar masih kuat. 
 
Sementara itu nilai tukar berdasar kurs tengah BI ditutup melemah ke Rp8.980 per dolar atau turun 175 poin dibanding penutupan kemarin. 
 
BI dinilai akan mampu menjaga nilai rupiah di kisaran Rp9.000 per dolar dengan menggelontorkan cadangan devisa ke pasar. Kisaran nilai tukar tersebut, menurut Rosady, bukan zona bahaya. 
 
Seperti diketahui, cadangan devisa Indonesia pekan lalu anjlok sekitar US$2 miliar ke posisi US$122 miliar dari US$124,6 miliar per 19 Agustus 2011 karena intervensi bank sentral ke pasar keuangan.
 
Rosady menilai kekhawatiran terbesar apabila rupiah melemah adalah inflasi yang disebabkan oleh barang-barang impor. "Pelemahan yang terlalu tajam akan menaikkan import inflation karena konsumsi kita banyak ditopang barang impor," kata Rosady. (sut) 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Taufikul Basari

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top