Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks SUN kembali terkoreksi

JAKARTA: Indeks harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan hari ini kembali terkoreksi tipis akibat sentimen pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.Indeks harga SUN berdasarkan data Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun)

JAKARTA: Indeks harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan hari ini kembali terkoreksi tipis akibat sentimen pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.Indeks harga SUN berdasarkan data Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun) pada penutupan perdagangan, hari ini, kembali terkoreksi meski hanya tipis menjadi 103,79 dari posisi akhir pekan lalu 103,87.Penurunan indeks harga SUN terjadi sejak 12 September dari 107,36 pada 9 September turun menjadi 106,70. Tren penurunan terus berlanjut pada hari berikutnya yang turun menjadi 106,10. Lalu indeks harga SUN kembali terkoreksi dalam ke level 104,93 pada Rabu dan berlanjut pada 15 dan 16 September turun masing-masing menjadi 103,94 dan 103,87.Analis Obligasi PT Nusantara Capital Securities I Made Adi Saputra menilai penurunan indeks SUN dipicu oleh pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "Regional marketnya juga negatif masih berkutat dengan isu krisis Yunani," katanya saat dihubungi Bisnis, hari ini.Menurut dia, kondisi pelemahan indeks SUN tersebut masih akan terjadi selama sepekan ini. "Dengan kondisi nilai tukar rupiah yang masih melemah, kemungkinan asing juga masih akan keluar dari pasar SUN," terang dia.Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu per 16 September, jumlah dana asing yang keluar dari SUN tercatat cukup besar yaitu Rp14,38 triliun menjadi Rp236,85 triliun dibandingkan dengan posisi 9 September sebesar Rp251,53 triliun.Untuk itu, Adi menyarankan kepada pemerintah untuk kembali mempersiapkan dana buyback SUN. Dan bagi Bank Indonesia, disarankan untuk menjaga nilai tukar rupiah agar stabil. "Rupiah harus dijaga di level Rp8.600 agar asing tidak keluar dari SUN," ujarnya. (tw) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper