Harga minyak sawit tergelincir 1,4%

KUALA LUMPUR: Harga minyak sawit merosot 1,4% pada spekulasi bahwa hasil tanaman kedelai di Amerika Serikat berpotensi meningkat dan permintaan untuk minyak nabati dapat berkurang karena pertumbuhan ekonomi global yang sedang melemah.Kontrak pengiriman
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 September 2011  |  11:40 WIB

KUALA LUMPUR: Harga minyak sawit merosot 1,4% pada spekulasi bahwa hasil tanaman kedelai di Amerika Serikat berpotensi meningkat dan permintaan untuk minyak nabati dapat berkurang karena pertumbuhan ekonomi global yang sedang melemah.Kontrak pengiriman November di Malaysia Derivatives Exchange turun sebanyak 1,4% menjadi 3.036 ringgit (US$978) per ton dan diperdagangkan di level 3.042 ringgit pukul 11.55 waktu Kuala Lumpur.Kedelai berjangka di Chicago mencapai penurunan terbesar mingguan sejak Maret. Hal ini dipengaruhi penurunan permintaan kedelai di wilayah konsumen besar, Eropa. Ini merupakan dampak dari keputusan menteri keuangan di kawasan Eropa yang berniat menopang krisis ekonomi di wilayahnya, namun tidak mengindikasikan pemberian bantuan dana di kawasan tersebut.Harga kedelai juga jatuh pada spekulasi terjadinya cuaca kering dalam dua pekan ke depan di AS akan mempercepat pertumbuhan tanaman dan panen kedelai di negara produsen dan eksportir kedelai terbesar di dunia."Pasokan untuk kedelai sudah berhamburan dalam waktu dekat dan penurunan harga kedelai lebih lanjut kemungkinan akan menarik harga minyak sawit pada posisi yang juga rendah," ujar Arhnue Tan, Associate Director ECM Libra Capital Sdn seperti dikutip Bloomberg, hari ini.Harga minyak sawit untuk pengiriman Mei di Dalian Commodity Exchange jatuh hingga 1,7% menjadi 8.676 yuan atau setara US$1.359 per ton, sedangkan harga minyak kedelai untuk pengiriman bulan yang sama juga turun sebanyak 1,3% menjadi 10.060 yuan per ton.Sementara itu, harga kedelai untuk pengiriman November di Chicago Board of Trade turun sebanyak 0,5% menjadi US$13.4825 per bushel. Minyak kedelai untuk pengiriman Desember turun 1% menjadi 56,32 sen per pon. Kelapa sawit dan minyak kedelai merupakan bahan kebutuhan untuk pangan dan bahan bakar alternatif. (Lavinda/faa) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top