Hatta: Pelemahan rupiah hanya sesaat

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 September 2011  |  13:47 WIB

 

JAKARTA: Menteri Koordinasi bidang Perekonomian Hatta Rajasa yakin pelemahan nilai tukar rupiah seiring krisis global masih bersifat sesaat, karena tidak berkaitan dengan fundamental perekonomian Indonesia.
 
"Saya meyakini ini sesaat, karena tidak berkaitan dengan fundamental ekonomi kita. Kita bagus kok," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Gedung DPR hari ini.
 
Menurutnya, dalam jangka pendek, resesi Amerika dan Eropa tidak berlangsung ke Indonesia, karena nilai ekspor Indonesia ke dua kawasan itu termasuk rendah.
 
"Terutama Eropa, dari sisi ekspor itu kan sekitar 9%, tapi kalau China terpukul maka gelombang berikutnya bisa mengganggu juga ekspor kita," jelas Hatta.
 
Hatta juga menilai aksi profit taking di pasar modal sebagai hal yang biasa. "Di sisi pasar modal memang ada aksi profit taking dari para pemain. Rata-rata yang dilepas itu kan saham-saham perbankan, profit taking ya biasa."
 
Namun, Menko juga tidak ingin menganggap remeh kondisi global yang kini tengah berlangsung. Menurutnya, pemerintah harus mempersiapkan policy respons yang terkait upaya diversifikasi ekspor ke kawasan potensial seperti ASEAN. 
 
"Kita melihat ekspor sesama negara ASEAN itu luar biasa sekarang. Kita dengan Thailand saja sudah US$ 14 miliar, dengan Vietnam akan kita akan tingkatkan US$ 5 miliar," paparnya.
 
Kendati demikian, menurut Menko, peningkatan daya beli masyarakat menjadi hal yang paling penting dalam antisipasi krisis karena dapat meningkatkan konsumsi dan mendorong pertumbuhan. Selain itu, pemerintah juga harus mengendalikan inflasi dan merebut pasar domestik dengan produk-produk lokal.
 
Hatta mengapresiasi koreksi Asian Development Bank (ADB) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi lebih tinggi dari asumsi pemerintah, yakni 6,6% tahun ini dan 6,8% di 2012. 
 
"ADB sekarang mengoreksi lagi pertumbuhan Asia, tapi Indonesia dikoreksi ke atas. Indonesia ini termasuk negara yang luar biasa," ujarnya.
 
Optimisme terhadap perekonomian Indonesia juga dipaparkan Menko berdasarkan acuan arus investasi. Menurutnya, angka investasi di Indonesia menanjak hingga double-digit. Hal ini menjadi indikasi positif terhadap daya saing dan kepercayaan internasional terhadap Indonesia. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top