Morgan Stanley: Siap-siap badai emas

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 September 2011  |  13:14 WIB

 

SINGAPURA: Pergerakan perdagangan emas yang agresif sebagai pilihan investasi aman diduga akan menimbulkan efek badai logam mulia yang sempurna.
 
Bloomberg mengutip Morgan Stanley memperkirakan badai yang sempurna atas emas akan berpotensi mendorong harga logam menyamai rekor pada 1980 yang disesuaikan dengan inflasi.
 
Perusahaan itu mempertahankan proyeksi positif atas emas dalam perannya sebagai asuransi atas portofolio terhadap tantangan makro termasuk risiko sistemik keuangan, kekhawatiran akan resesi kedua dan dipertahankannya tingkat bunga rendah. 
 
Mereka mengatakan prospek untuk emas sekarang mendukung terget perusahaan atas harga di level US$1.625 per ounce (1 ounce setara 31,1 gram) tahun ini dan US$1.819 per ounce pada 2012. 
 
Berdasar kalkulasi Morgan Stanley, harga emas batangan sekarang memiliki probabilitas 85% untuk kemungkinan diperdagangan antara US$1.819 per ounce hingga US$2.085 per ounce tahun depan. 
 
"Seiring sumber risiko penurunan pertumbuhan adalah akibat dari kesalahan kebijakan dalam kaitannya dengan penanganan utang negara di mana hasilnya adalah memperpanjang masa pemberlakuan suku bunga riil yang negatif di negara maju, perkiraan risiko pada emas secara tegas menjadi terbalik," tulis para analis.
 
Perusahaan menyebutkan harga rata-rata untuk emas US$1.511 per ounce tahun ini dan US$1.624 per ounce pada 2012. 
 
Setelah harga emas spot mencapai rekor US$1.921,15 per ounce pada 6 September, berarti harga rata-ratanya adalah US$1.523 selama tahun ini. Harga emas itu diperdagangkan pada US$1.832,57 per ounce pukul 12:19 waktu Singapura.
 
Nyatanya harga emas masih di bawah nominal tertinggi setelah memperhitungkan inflasi. Menurut kalkulasi inflasi Departemen Tenaga Kerja AS puncak spot emas adalah US$850 per ounce pada Januari 1980 yang setara dengan US$2.330,51 hari ini setelah disesuaikan dengan tingkat inflasi. (arh)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Taufikul Basari

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top