BEKS siap emisi 4,98 miliar saham baru

JAKARTA: PT Bank Pundi Indonesia Tbk berniat menggelar penawaran umum terbatas (PUT/rights issue) II/2011 sebanyak 45% saham baru senilai total Rp498,02 miliar.Dalam prospektus perseroan di surat kabar pagi ini, perusahaan yang berkode saham BEKS itu
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 13 September 2011  |  11:30 WIB

JAKARTA: PT Bank Pundi Indonesia Tbk berniat menggelar penawaran umum terbatas (PUT/rights issue) II/2011 sebanyak 45% saham baru senilai total Rp498,02 miliar.Dalam prospektus perseroan di surat kabar pagi ini, perusahaan yang berkode saham BEKS itu berniat menerbitkan 4,98 miliar saham baru dengan nominal Rp100 per lembar di harga eksekusi yang sama. Setiap satu hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights) berhak mendapatkan satu saham baru.Porsi pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi terdilusi sebesar 45,45% di bank yang dipimpin Gandhi Ganda Putra itu.Adapun, PT Recapital Securities sebagai induk usaha perseroan sudah menyanggupi untuk menyerap seluruh haknya dalam proses rights issue itu dan bersedia menyerap saham baru yang diterbitkan perseroan.Porsi saham Bank Pundi milik Recapital Securities juga berpotensi meningkat hingga 81,04% dari porsi awal 74,69%, jika pemegang saham lain tidak ada yang mengeksekusi haknya.Selain Recapital Securities, catatan perseroan per tengah tahun ini menunjukkan pemegang saham perseroan terdiri dari IF Services Netherlands BV sebesar 24% dan publik 1,31%.Perusahaan yang sebelumnya bernama PT Bank Eksekutif Internasional Tbk itu berencana menggunakan 69% atau setara Rp343,63 miliar dari dana hasil rights issue untuk belanja modal (capital expenditure) dan tidak terbatas untuk penambahan jaringan operasional dan cabang baru. Adapun 31% sisa dananya atau senilai Rp154,38 miliar untuk modal kerja peningkatan kredit UMKM yang digeluti perseroan.Untuk memuluskan rencana itu, perseroan berkode saham BEKS itu akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) rencananya diadakan pada 15 September.Perseroan didirikan pada 1992 Jakarta dengan nama PT Executive International Bank. Pada 22 Juni 2001, perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 277,5 juta saham bernilai nominal Rp100 di harga Rp140 dan 55,5 juta Waran I.Pada tahun 2009, akibat masalah permodalan dan peningkatan kredit bermasalah, perusahaan masuk dalam pengawasan khusus Bank Indonesia. Untuk menyelesaikan masalah ini, manajemen melakukan peningkatan modal melalui rights issue I/2010.Pada 30 Juni 2010, pemegang saham perseroan menyepakati masuknya Recapital Securities, sekuritas di kelompok usaha Recapital Advisory milik Rosan Perkasa Roeslani sebagai pembeli siaga dalam rights issue.  Recapital Securities mendapat alokasi 61,02% saham, sedangkan pemegang saham lain yaitu IF Services Netherlands berhak atas 24% saham.Sebagai tindak lanjut keputusan RUPSLB 30 Juni 2010, Bank Indonesia memberikan persetujuan kepada Recapital Securities sebagai pemegang saham pengendali bank pada 29 Juni 2010. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top