Peringkat obligasi Salim Ivomas naik

JAKARTA: PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat perusahaan dan Obligasi I/2009 PT Salim Ivomas Pratama Tbk dari idAA- menjadi idAA dengan prospek peringkat pada level stabil.Selain itu, lembaga pemeringkat ini juga menaikan peringkat
Hery Trianto
Hery Trianto - Bisnis.com 12 September 2011  |  18:10 WIB

JAKARTA: PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat perusahaan dan Obligasi I/2009 PT Salim Ivomas Pratama Tbk dari idAA- menjadi idAA dengan prospek peringkat pada level stabil.Selain itu, lembaga pemeringkat ini juga menaikan peringkat obligasi syariah atau sukuk perseroan yakni Sukuk Ijarah Bond I/2009 dari idAA menjadi idAA.Analis Pefindo Niken Indriarsih dan Vonny Widjaja mengatakan pembaruan peringkat tersebut utamanya didorong oleh upaya perseroan dalam memperbaiki struktur permodalan dan proteksi arus kas usai membayar utang dengan dana yang diperoleh pada saat melantai di Bursa Efek Indonesia.“Rating ini mencerminkan kemampuan dalam merestrukturisasi permodalan perseroan dan bagaimana perseroan melindungi arus kas perusahaan,” kata dua analis ini dalam keterangan resmi Pefindo, hari ini.Mereka menilai peringkat ini juga menggambarkan bagaimana anak usaha Indofood Agri ini dengan baik mendiversifikasi produk dan lahan ditambah dengan posisi pasar minyak goring yang kuat di tataran domestik.Selain itu secara vertical perseroan juga mampu mengintegrasikan operasional dari profil lahan yang menguntungkan guna mengamankan ketersediaan bahan baku. Namun di sisi lain, rating ini diimbangin dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya persaingan bisnis minyak goreng saat ini.Salim Ivomas adalah salah satu perusahaan dengan bisnis terigterasi mulai dari riset dan pengembangan, pembibitan dan budidaya minyak sawit, penggilingan dan pemurnian minyak sawit mentah (CPO) dan pemasaran minyak goreng, margarine, dan produk turunan lainnya.Per Agustus 2011, pemegang saham perseroan adalah Indofood Agri Resources Ltd. (72.0%), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (6.4%), dan publik 21,6%. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top