Minyak mentah lanjutkan penurunan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 September 2011  |  21:22 WIB

 

NEW YORK: Harga minyak mentah jatuh untuk hari ketiga di New York, kehilangan beruntun terpanjang dalam sebulan, karena investor beranggapan bahwa krisis utang Eropa akan membatasi pertumbuhan ekonomi.
 
Selain itu tekanan harga disebabkan dilanjutkannya produksi di Teluk Meksiko seiring redanya ancaman badai. Menurut Pusat Topan Nasional AS badai Nate, badai di bagian timur Meksiko, melemah saat bergerak lebih jauh ke pedalaman.
 
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 2,6%, sementara bursa saham anjlok dan euro merosot di tengah spekulasi yang berkembang bahwa Jerman mempersiapkan untuk default utang Yunani.
 
Goldman Sachs Group Inc mengatakan kelebihan pasokan minyak mungkin hilang karena pasar menyerap pelepasan stok. OPEC menyebutkan Libia akan dapat memulihkan produksi minyaknya dalam waktu enam bulan.
 
"Krisis utang di Eropa memimpin ketakutan tentang pertumbuhan ekonomi," kata Hannes Loacker, seorang analis di Raiffeisen Bank Internasional AG di Wina, yang perkiraannya paling akurat kelima soal harga Brent di 8 kuartal hingga Juni. "Jika sentimen di pasar modal tetap buruk, akan sulit bagi minyak untuk bergerak lebih tinggi."
 
Harga minyak mentah untuk pengiriman Oktober jatuh US$2,24 menjadi US$85 per barrel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di US$86,08 pukul 12:36 waktu London. Harga kontrak itu tergelincir US$1,81 ke US$87,24 pada penutupan akhir pekan lalu. Harga WTI 11% lebih tinggi dari tahun lalu.
 
Harga minyak Brent untuk penyelesaian Oktober turun US$1,72, atau 1,5% ke US$111,05 per barel pada ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Harga kontrak acuan Eropa itu mendapat lebih mahal US$ 24,88 terhadap berjangka AS, dibandingkan dengan penutupan rekor US$26,87 pada 6 September. (ln) 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Taufikul Basari

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top