Peningkatan harga CPO ditopang diskon

JAKARTA: Harga minyak sawit meningkat karena dipengaruhi kebijakan diskon komoditas itu yang dilakukan untuk menyaingi penguatan harga minyak kedelai dunia. Analis Senior Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar mengatakan kebijakan pemotongan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 September 2011  |  19:49 WIB

JAKARTA: Harga minyak sawit meningkat karena dipengaruhi kebijakan diskon komoditas itu yang dilakukan untuk menyaingi penguatan harga minyak kedelai dunia. Analis Senior Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar mengatakan kebijakan pemotongan harga Crude Palm Oil (CPO) memberi pengaruh besar terhadap peningkatan harga komoditas tersebut. Selain itu, Ariana menambahkan minimnya persediaan CPO dibandingkan kedelai membuat pelaku pasar lebih memilih untuk membeli CPO pada harga yang lebih rendah karena momentum diskon, dibandingkan kedelai.    "Untuk wilayah Eropa, ditetapkan kebijakan harga yang lebih murah US$200 per ton. Kebijakan ini tidak ditetapkan secara resmi, melainkan untuk membuat pasar CPO bergairah," ujar Ariana saat dihubungi Bisnis, hari ini. Harga kontrak CPO pengiriman November melonjak 0,9% menjadi 3.076 ringgit atau setara US$1.017 per ton di Malaysia Derivatif Exchange. Kontrak minyak sawit berjangka ini mengakhiri perdagangan sesi kedua pada level 3.072 ringgit di Kuala Lumpur. Sementara itu, Chung Yang Ker, analis Philip Futures Pte di Singapura, mengungkapkan peningkatan harga CPO dipengaruhi oleh kekuatan dari harga kedelai. Kenaikan harga CPO, menurut Ker, disebabkan spekulasi produksi kedelai di negara ekportir terbesar, Amerika Serikat menurun. Kedelai merupakan bahan baku alternatif minyak nabati yang menjadi pesaing utama minyak sawit. Harga kedelai naik pada pekan ini akibat laporan pemerintah AS yang menunjukkan cuaca panas dan kering dalam dua bulan terakir mengurangi hasil panen kedelai di AS. Peningkatan harga kedelai juga dipengaruhi data AS yang menunjukkan imbal hasil dan pasar saham di negara Paman Sam tersebut melemah.   "Harapannya akan ada sedikit penurunan pada imbal hasil dan penutupan saham," ujar Ker seperti dikutip Bloomberg, kemarin. (01/tw)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lavinda

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top