Spekulasi surplus panen tekan harga gula

ROLLE: Harga gula jatuh pada level terendah dalam dua bulan karena spekulasi terjadi surplus panen di wilayah belahan bumi utara mulai bulan depan. Gula putih halus untuk pengiriman Desember merosot 0,7% atau US$5,20 ke level US$699,60 per ton pada
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 September 2011  |  18:12 WIB

ROLLE: Harga gula jatuh pada level terendah dalam dua bulan karena spekulasi terjadi surplus panen di wilayah belahan bumi utara mulai bulan depan. Gula putih halus untuk pengiriman Desember merosot 0,7% atau US$5,20 ke level US$699,60 per ton pada pukul 09.46 di NYSE LIFFE di London. Harga menyentuh US$ 698,50, level terendah sejak 4 Juli 2011. Gula mentah untuk pengiriman Maret turun hingga 1,2% atau 0,33 sen menjadi US$27,31 sen per pon di ICE Futures US di New York. C. Czarnikow Sugar Futures Ltd melaporkan produk pemanis ini akan kelebihan permintaan dari 4 juta ton menjadi 5 juta ton pada musim 2011-2012 mulai Oktober mendatang. Harga komoditas ini jatuh untuk hari ketiga di tengah spekulasi Jerman mempersiapkan pembayaran utang untuk Yunani. Indeks komoditas Standard and Poor GSCI mengalami kemerosotan sebanyak 2,1%. "Lebih banyak penanganan menyiratkan matinya gairah pasar komoditas. Dalam jangka yang lebih panjang, hal ini tak terbantahkan," ujar Beydoun Naim, broker Swiss Sugar Brokers di Rolle, Switzerland.     Peneliti F.O Licht mengungkapkan hasil panen di Eropa pada musim yang dimulai 1 Oktober akan sebanyak 30 juta ton. Hasil panen tertinggi sejak 2005-2006.    Berdasarkan laporan komisi perdagangan komoditas berjangka AS, manajer lindung nilai dan para spekulan besar menurunkan posisi beli di bursa gula berjangka New York pada pekan yang berakhir 6 September 2011. Posisi beli (net-long position) jatuh mencapai 4% atau sebanyak 5.828 kontrak dibandingkan pekan sebelumnya. "Hal ini mengingat perbedaan yang ekstrim antara pengelolaan dana jual dan beli, pasar tampaknya memiliki resiko penurunan sederhana dalam posisi jual," kata Luis Rangle, Vice President komoditas derivatif ICAP Futurs LLC di Jersey City, New Jersey. "Resiko makro ekonomi masih tetap tinggi," Pasar komoditas gula berjangka sedikit didukung oleh berkurangnya hasil panen dari Brazil dalam jangka pendek. Hasil panen tanaman tebu negara ini jatuh untuk pertama kalinya pada musim 2011-2012.(Lavinda/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top