Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontrak saham Jepang menurun

JAKARTA: Kontrak saham Jepang dan saham produsen uranium Australia menurun setelah gempa bumi dan tsunami kuat yang melanda Jepang sehingga mengakibatkan kerusakan dalam skala besar termasuk stasiun pembangkit tenaga nuklir. ADR Hitachi Ltd., pabrik
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 September 2011  |  11:33 WIB

JAKARTA: Kontrak saham Jepang dan saham produsen uranium Australia menurun setelah gempa bumi dan tsunami kuat yang melanda Jepang sehingga mengakibatkan kerusakan dalam skala besar termasuk stasiun pembangkit tenaga nuklir. ADR Hitachi Ltd., pabrik pembangkit tenaga nuklir Jepang, menurun 2,8% dari penutupan terakhir harga saham di Tokyo setelah beberapa reaktor rusak akibat gempa.ADRs Toyota Motor Corp., Honda Motor Co. danNissan Motor Co. juga turun sekitar 2,4% setelah tiga  produsen otomotif Jepang terbesar itu mengatakan bahwa ribuan kendaraan mengalami kehancuran.Tokio Marine Holdings Inc., asuransi dan properti yang terbesar dari sisi nilai pasar, turun 8,9%.Energy Resources of Australia Ltd., produsen uranium, jatuh 8,5%.Kontrak Nikkei 225 Stock Average yang berakhir pada Juni ditutup pada tingkat 9.975 di Chicago pad 11 Maret, dibandingkan dengan 10.170 di Osaka, Jepang.Mereka menawar di harga pre-market di tingkat 9.960 din Osaka, pada pukul 8:05 a.m. waktu setempat.S&P/ASX 200 Index di Australia menurun 1% hari ini.  NZX 50 Index turun 0,5% di Wellington.Kontrak Standard & Poor’s 500 Index turun 0,6% hari ini. Di New York, indeks menguat 0,7% pada 11 Maret, yang ditopang oleh meningkatkan saham sektor logam industri dan bahan bakar sehingga menolong bursa dunia secara umum yang jatuh akibat gempa bumi dan tsunami terburuk yang melanda Jepang. (ln)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top