Telkom akan percepat buyback 3,2% saham publik

JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk membuka peluang untuk mempercepat proses pembelian kembali (buyback) 3,2% saham publik sebelum jatuh tempo pada Desember 2012.Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan tidak menutup kemungkinan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Juli 2011  |  09:32 WIB

JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk membuka peluang untuk mempercepat proses pembelian kembali (buyback) 3,2% saham publik sebelum jatuh tempo pada Desember 2012.Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan tidak menutup kemungkinan Telkom akan mempercepat proses buyback bila langkah itu diperlukan."Untuk buyback saham publik targetnya 18 bulan sejak Juli. Tapi upaya dipercepat bisa saja," katanya saat ditemui di gedung BRI, hari ini.Sebelumnya, Kementerian BUMN telah memberi peluang kepada Telkom untuk melaksanakan opsi penukaran saham terkait dengan wacana buyback 35% saham Singapore Telecommunications Ltd (SingTel) di PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).Namun, Menteri BUMN Mustafa Abubakar meminta Telkom terlebih dahulu menyelesaikan target buyback sebanyak 645,16 juta saham seri B atau 3,2% dari jumlah seluruh Saham Seri B yang telah dikeluarkan oleh perseroan. Dengan porsi buyback, saham dalam portepel akan memberikan posisi tawar dalam shares swap. ujar Mustafa pekan lalu.Sampai dengan 10 Juli, Telkom baru merealisasikan pembelian kembali saham perseroan di publik sebanyak 52,24 juta saham atau 8,09% dari target. Alokasi dana yang disiapkan untuk aksi ini mencapai Rp5 triliun, naik Rp2 triliun dari sebelumnya hanya Rp3 triliun."Mekanisme buyback ada aturannya, tidak sembarang beli-beli. Jadi ada keterbatasan," jelas Sudiro.Berdasarkan peraturan Bapepam LK XI.B.2, disebutkan a.l. pelaksanaan buyback saham wajib diselesaikan paling lama 18 bulan setelah tanggal persetujuan rapat pemegang saham, pembelian saham dapat dilakukan melalui bursa efek maupun di luar bursa efek, dan harga pembelian harus lebih rendah atau sama dengan harga perdagangan sebelumnya di bursa efek.Terkait perkembangan rencana buyback saham SingTel di Telkomsel, Sudiro mengatakan saat ini masih dalam proses penunjukan penasihat keuangan yang akan mengkaji skema buyback. "Agustus paling lambat sudah selesai, sekarang lagi proses. Ada empat atau lima perusahaan yang diseleksi," ujarnya.Buyback saham publik yang dilakukan Telkom saat ini merupakan yang keempat kali sejak Desember 2005. Sampai dengan 31 Desember 2010, perseroan telah membeli kembali sebanyak 490,57 juta saham seri B atau 2,43% dari modal saham seri B yang ditempatkan dan beredar dengan nilai pembelian mencapai Rp4,26 triliun.Hingga penutupan perdagangan hari ini, saham emiten berkode TLKM itu menguat 50 poin atau 0,71% pada level Rp7.100 per saham. Harga tersebut membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp143,14 triliun dengan rasio harga terhadap laba bersih (price to earning ratio/PER) sebanyak 12,05 kali. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top