Saham berjangka Jepang dan Australia jatuh

JAKARTA: Saham berjangka Jepang dan Australia jatuh karena muncul kekhawatiran bahwa anggota parlemen AS akan gagal mencapai kesepakatan mengenai batas utang negara, dua minggu sebelum batas waktu dan krisis Eropa yang memburuk akan memperlambat pemulihan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Juli 2011  |  00:35 WIB

JAKARTA: Saham berjangka Jepang dan Australia jatuh karena muncul kekhawatiran bahwa anggota parlemen AS akan gagal mencapai kesepakatan mengenai batas utang negara, dua minggu sebelum batas waktu dan krisis Eropa yang memburuk akan memperlambat pemulihan ekonomi global.American Depositary Receipts (ADR) Nissan Motor Co, produsen mobil Jepang yang meraih sepertiga dari pendapatannya di Amerika Utara, menurun 1,1% dari harga penutupan saham di Tokyo pada 15 Juli. Canon Inc, yang memperhitungkan Eropa sebagai pasar terbesar, turun 1,2%. ADR BHP Billiton Ltd, perusahaan pertambangan terbesar di dunia dan produsen minyak Australia Nomor 1, turun 1,4% di Sydney setelah harga minyak menurun.Kontrak pada indeks Nikkei 225 Jepang (NKY) Stock Average yang jatuh tempo pada September ditutup pada 9.870 di Chicago kemarin, dibandingkan dengan 9.970 di Osaka, Jepang, pada tanggal 15 Juli. Harga penawaran dalam premarket pada posisi 9.900 di Osaka pada 08:05 waktu setempat. Pasar ditutup di Jepang kemarin untuk liburan. Kontrak pada indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,5% hari ini. Selandia Baru NZX 50 Index turun 0,5% di Wellington."Di atas ketidakpastian ekonomi AS, maka hanya menimbulkan dampak negatif jika fungsi pemerintah AS menjadi lumpuh," kata Fumiyuki Nakanishi, senior strategist di SMBC Friend Securities Co di Tokyo. "Di Eropa, kebijakan dipandang sebagai terlalu lemah dan itu hanya menunda potensi masalah."Kontrak indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah hari ini. Di New York, indeks tergelincir 0,8% menjadi 1.305,44 kemarin, di tengah kekhawatiran anggota parlemen AS akan gagal untuk mencapai kesepakatan tentang batas utang negara dua minggu sebelum tenggat2 Agustus.Saham global menurun di tengah upaya Presiden Barack Obama untuk meyakinkan anggota parlemen agar menyetujui kesepakatan pemotongan defisit.Saham juga menurun setelah Goldman Sachs Group Inc dipimpin oleh ekonom Jan Hatzius, yang berbasis di Jerman, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi riil AS menjadi 1,5% pada kuartal kedua dan 2,5% pada kuartal ketiga, masing-masing dari 2% dan 3,25%.Otoritas Perbankan Eropa mengatakan setelah penutupan perdagangan pada tanggal 15 Juli bahwa delapan dari 90 bank telah gagal tes stres.Minyak mentah untuk pengiriman Agustus turun 1,4% menjadi US$95,93 menetap di per barel di New York kemarin. Minyak berjangka telah meningkat 26% pada tahun lalu.MSCI Asia Pacific Index kehilangan 1,9% tahun ini kemarin, dibandingkan dengan kenaikan S&P 500 sebesar 3,8% dan penurunan 5%pada Indeks Stoxx 600 Eropa pada periode yang sama. (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top