Harga kontrak minyak dalam tren kenaikan

JAKARTA: Harga minyak mentah di bursa New York kembali naik melanjutkan reli harga 4,2% selama pekan lalu setelah otoritas Eropa menyetujui pembayaran pinjaman untuk Yunani.Dengan persetujuan pembayaran pinjaman tersebut, spekulasi bahwa krisis utang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Juli 2011  |  09:51 WIB

JAKARTA: Harga minyak mentah di bursa New York kembali naik melanjutkan reli harga 4,2% selama pekan lalu setelah otoritas Eropa menyetujui pembayaran pinjaman untuk Yunani.Dengan persetujuan pembayaran pinjaman tersebut, spekulasi bahwa krisis utang Yunani dapat menggagalkan pemulihan ekonomi regional berkurang.Harga kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar 0,6% setelah menteri keuangan negara-negara Eropa menyetujui bantuan pembayaran untuk Yunani sebesar 8,7 miliar euro (US$12,6 miliar). Sementara itu harga minyak mentah Brent naik 0,3% setelah Goldman Sachs Group Inc mengatakan harga tidak mungkin jatuh sebanyak perkiraan mengikuti rilis stok strategis dari International Energy Agency (IEA).IEA mengatakan para anggota akan merilis 60 juta barel jumlah cadangan strategis dalam lebih dari 30 hari untuk menutupi penurunan pasokan di Libia.Ada optimisme seiring penyelesaian krisis Yunani bahwa global dapat kembali seimbang. Dan seiring dengan itu, kita akan perlu masukan yang lebih utama, ujar Jonathan Barrat, managing director Commodity Broking Service Pty di Sidney, sebagaimana dikutip Bloomberg hari ini. Barrat memperkirakan harga rata-rata minyak mentah pada tahun ini akan di kisaran US$100 per barel.Harga kontrak minyak mentah untuk pengiriman Agustus naik sebesar 53 sen menjadi US$95,47 pada perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange. Komoditas tersebut mencapai US$95,29 pada pukul 14:49 waktu Singapura. Pada 1 Juli lalu, harga kontrak tersebut turun 48 sen atau 0,5% menjadi US$94,94 per barel yang merupakan penurunan pertama dalam 4 hari. Harga naik 32% dalam setahun terakhir. Hari ini bursa AS tutup karena hari libur nasional.Sementara itu harga kontrak minyak mentah Brent untuk penyelesaian Agustus di bursa ICE Futures Europe naik 39 sen menjadi US$112,16 per barel. Harga kontrak yang menjadi acuan Eropa tersebut lebih tinggi US$16,7 terhadap kontrak berjangka AS. Selisih harga kedua kontrak mencapai rekor US$22,29 pada 15 Juni.Harga minyak mentah di bursa New York turun 11% pada kuartal kedua dipicu spekulasi krisis utang Yunani akan mengganggu pemulihan ekonomi Eropa. Para petinggi Eropa setuju membuat pembayaran setelah parlemen Yunani melalui langkah-langkah penghematan. Pada pekan depan, kepala-kepala keuangan akan berkumpul pada pekan depan untuk mengatasi kehidupan negara tersebut dalam jangka panjang.Goldman Sachs memangkas estimasi dampak potensial rilis IEA terhadap harga karena jumlah aktual terjual kemungkinan dapat mencapai 39 juta barel. Sejumlah negara anggota berencana hanya mengurangi persyaratan cadangan penyangga untuk penyuling.Bank tersebut memperkirakan harga minyak mentah Brent pada 2011 dapat turun sebesar US$6 US$8 dari proyeksi US$117 per barel, lebih rendah dari proyeksi sebesar US$10 US$12 pada estimasi sebelumnya.Menurut Goldman Sachs, harga pada tahun depan dapat direvisi US$3 US$5 lebih rendah dari perkiraan sebesar US$130 per barel. Sebelumnya, bank tersebut memperkirakan harga kontrak berjangka dapat turun US$5 US$7.Kurtubi, pengamat perminyakan, mengatakan krisis Eropa, terutama Yunani dan Spanyol, menjadi kekhawatiran pasar minyak. Dia menegaskan Yunani memang bukan konsumen utama minyak. Konsumsi negara tersebut, lanjutnya, jauh di bawah 1 juta barel per hari.Konsumsi minyak mentah Yunani sekitar 700.000-an barel per hari. Krisis di negara itu mempunyai damp

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top