Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indah Kiat tak bagi dividen

JAKARTA: Akibat masih membukukan defisit saldo, PT Indah Kiat pulp and Paper Tbk kembali tidak membagikan dividen tunai pada tahun ini. Sampai dengan 31 Desember 2010, defisit saldo yang dibukukan perseroan mencapai US$187,91 juta atau turun 7,4% dibandingkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Juni 2011  |  08:16 WIB

JAKARTA: Akibat masih membukukan defisit saldo, PT Indah Kiat pulp and Paper Tbk kembali tidak membagikan dividen tunai pada tahun ini. Sampai dengan 31 Desember 2010, defisit saldo yang dibukukan perseroan mencapai US$187,91 juta atau turun 7,4% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya US$203 juta.Direktur Keuangan Indah Kiat Kurniawan Yuwono menerangkan dengan kondisi saldo yang masih defisit tersebut, laba bersih yang diperoleh tahun lalu sebesar US$13,03 juta akan dimasukan ke dalam ekuitas perseroan. "Posisi per 31 Maret 2011, defisit saldo perseroan US$199,69 juta atau naik 6,2% dibandingkan dengan posisi tahun lalu US$187,91 juta," katanya dalam paparan publik, hari ini.Sepanjang tahun lalu, produsen kertas di bawah kendali Sinarmas Group itu membukukan laba bersih US$13 juta atau naik signifikan dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya yang membukukan rugi bersih US$158,5 juta.Penjualan bersih perseroan dilaporkan US$2,51 miliar atau naik 41,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya UUS$1,77 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh naiknya harga jual dan volume penjualan produk-produk perseroan.Saat ini, kapasitas produksi Indah Kiat mencapai 2,31 juta ton per tahun untuk pulp, 1,07 juta ton per tahun untuk kertas, dan 1,5 juta ton per tahun untuk kertas kemasan.Dalam rapat pemegang saham yang digelar, hari ini, para pemegang saham menyetujui pengunduran diri Raymond Liu dan Buyung Wahab sebagai direktur perseroan dan selanutnya digantikan oleh Suhendra Wiriadinata dan Kurniawan Yuwono.Hingga pukul 14.11 WIB, harga saham emiten berkode INKP itu ditransaksikan menguat 10 poin atau 0,76% pada level Rp1.320 per saham sehingga membentuk kapitalisasi pasarnya Rp7,22 triliun.(mmh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top