Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga emas siap-siap berbalik arah

NEW YORK: Harga emas diperkirakan berbalik arah untuk pertama kalinya dalam 3 hari setelah harga biji-bijian dan energi melonjak, meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai lindung nilai terhadap inflasi."Anda akan melihat beberapa dukungan kenaikan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Juni 2011  |  08:00 WIB
Bagikan

NEW YORK: Harga emas diperkirakan berbalik arah untuk pertama kalinya dalam 3 hari setelah harga biji-bijian dan energi melonjak, meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai lindung nilai terhadap inflasi."Anda akan melihat beberapa dukungan kenaikan harga dari inflasi bahan makanan jagung dan gandum, khususnya kenaikan harga jagung, kata Jonathan Barrat, Managing Director Commodity Broking Services Pty melalui telepon dari Sydney.Harga emas batangan untuk pengiriman segera sedikit berubah ke US$1.536,25 per ounce pukul 14:01 waktu Seoul, 2,6% di bawah rekor sebelumnya. Logam ini telah naik 24% pada tahun lalu, mencapai rekor tertinggi sebesar US$1.577,57 pada 2 Mei. Harga kontrak untuk pengiriman Agustus juga sedikit berubah pada US$1.537,30 di New York.Index Thomson Reuters / Jefferies CRB dari 19 bahan baku telah maju 38% pada tahun lalu, dengan jagung naik lebih dari dua kali lipat. Biji-bijian, yang digunakan dalam makanan, pakan ternak dan biofuel, melonjak dalam tiga minggu kemarin. PBB mengatakan harga pangan global mendekat level tertinggi.Harga minyak mentah naik, diperdagangkan di atas US$100 per barel di New York, setelah OPEC gagal mencapai kesepakatan mengenai target produksi untuk pertama kalinya dalam 20 tahun dan cadangan minyak mentah AS jatuh.Menurut ekonom dalam survei Bloomberg bank sentral Eropa atau ECB bertemu hari ini dan diperkirakan akan meninggalkan suku bunga acuan sebesar 1,25%. Menurut survei terpisah bank sentral mungkin akan meningkatkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin pada Juli.Ketua Federal Reserve AS Ben S. Bernanke telah memacu pertumbuhan dengan menahan suku bunga utama mendekati nol sejak Desember 2008. Emas naik 8,1% tahun ini setelah mendaki selama 10 tahun terakhir, jangka terpanjang keuntungan dalam setidaknya 9 dekade.Bernanke minggu ini mengisyaratkan bahwa tidak akan ada putaran ketiga pelonggaran kuantitatif. The Fed akan mengakhiri putaran kedua pelonggaran kuantitatif dengan membeli kembali US$600 miliar surat utang pada akhir bulan.Di sisi lain Newcrest Mining Ltd (NCM), perusahaan emas terbesar Australia, menurunkan target produksi setahun penuh untuk ketiga kalinya tahun ini setelah kegagalan listrik menganggu produksi tambang di Pulau Lihir, Papua New Guinea. Analis pada Australia & New Zealand Banking Group Ltd., Mark Pervan dan Natalie Robertson, menyebut pengurangan ini membuat semakin ketatnya pasokan global. (23/faa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top