Harga minyak terdongkrak depresiasi US$

News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  23:52 WIB

NEW YORK: Harga minyak dunia melonjak didorong depresiasi dolar AS terhadap euro di tengah rumor dana talangan lain Yunani dan meningkatnya kerusuhan di Yaman, rute utama perdagangan minyak.

Kontrak utama minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman Juli pada Selasa waktu setempat ditutup pada US$102,70 per barel, naik US$2,11 dari Jumat.Di London, minyak mentah "Brent North Sea" untuk pengiriman Juli melonjak US$2,05 menjadi berakhir pada US$116,73 per barel. Pasar AS dan Inggris tutup pada Senin karena hari libur umum."Pelemahan dolar mendorong harga komoditas pada umumnya," ujar Rich Ilczyszyn, pialang berjangka Lind-Waldock.Komoditas menjadi lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang kuat dan merupakan sebuah lindung nilai terhadap depresiasi dolar lebih lanjut.Serentetan berita ekonomi AS yang lemah juga membebani sentimen. Indeks keyakinan konsumen dari Conference Board (lembaga riset swasta) jatuh, aktivitas manufaktur Mei di wilayah Chicago terus melambat dan indeks S&P/Case-Shiller harga rumah jatuh."Pedagang minyak juga sedang membangun sebuah premi risiko terkait dengan ketegangan di Timur Tengah dan Afrika Utara, khususnya situasi di Yaman," kata Phil Flynn dari PFG Best Research.Bentrokan mematikan meletus di Ibu Kota Yaman, Sanaa, pada Selasa, menghancurkan sebuah gencatan senjata antara pasukan loyalis dan suku pembangkang, karena aparat keamanan menembak mati tujuh pengunjuk rasa di kota kedua terbesar Taez. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top