Harga gandum melorot

CHICAGO: Harga gandum jatuh ke level terendah dalam hampir 3 pekan terakhir, setelah Rusia yang eksportir gandum terbesar kedua dunia mengatakan akan melanjutkan ekspor gandum.Kontrak gandum untuk pengiriman Juli turun 4,4% menjadi US$7,84 per bushel
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  10:36 WIB

CHICAGO: Harga gandum jatuh ke level terendah dalam hampir 3 pekan terakhir, setelah Rusia yang eksportir gandum terbesar kedua dunia mengatakan akan melanjutkan ekspor gandum.Kontrak gandum untuk pengiriman Juli turun 4,4% menjadi US$7,84 per bushel di Chicago, penurunan harian terbesar sejak 11 Mei. Kontrak itu diperdagangkan pada US$7,9975 per bushel pukul 15:26 waktu Singapura.Dalam setahun ini, kontrak berjangka gandum telah naik 79% karena banjir merusak tanaman di Kanada dan Australia, serta kekeringan yang mengancam pasokan di AS dan Eropa. Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, meningkatnya harga makanan telah menyumbang inflasi lebih cepat di seluruh dunia, memacu setidaknya dua lusin bank sentral dan Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga tahun ini."Rusia dapat mengekspor 2,5 juta ton per bulan," kata Arkady Zlochevsky, Presiden Grain Union Rusia di Moskow. Dia mengatakan pedagang sudah mulai memasok dalam jumlah kecil ke pelabuhan pada 2 minggu terakhir dan pelanggan utama mereka adalah negara-negara di Afrika Utara dan Timur Tengah. "Reaksi awal di pasar akan memperlihatkan harga turun sedikit," kata Wayne Gordon, analis Rabobank International di Sydney, melalui telepon kepada Bloomberg kemarin. Perdana Menteri Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak akan memperpanjang larangan ekspor yang diberlakukan sejak Agustus tahun lalu, setelah kekeringan menganggu penanaman.Adapun, perkiraan cuaca dari AccuWeather.com menunjukkan Prancis akan menerima curah hujan dalam 10 hari sejak 27 Mei yang memberikan bantuan jangka pendek pada tanaman. (yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top