Prospek ekonomi angkat mata uang di Asia

JAKARTA: Sejumlah mata uang di kawasan Asia mencatatkan penguatan nilai tukar terhadap dolar AS, dipimpin ringgit Malaysia, terdorong spekulasi perbaikan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.Prospek perekonomian ekonomi di kawasan itu diperkirakan menarik
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  10:44 WIB

JAKARTA: Sejumlah mata uang di kawasan Asia mencatatkan penguatan nilai tukar terhadap dolar AS, dipimpin ringgit Malaysia, terdorong spekulasi perbaikan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.Prospek perekonomian ekonomi di kawasan itu diperkirakan menarik masuknya dana asing. Sejumlah otoritas moneter di kawasan itu juga kemungkinan menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut untuk mendinginkan laju inflasi. Indeks Asia Dolar Bloomberg-JPMorgan naik dalam 3 hari berturut-turut sebelum laporan pada bulan ini. Sejumlah analis memperkirakan ekspor Malaysia pada April akan meningkat ke level tertinggi dalam 9 bulan. Para ekonom memperkirakan Bank of Thailand akan menaikkan biaya pinjaman pada 1 Juni. Selain itu, produk dometik bruto (PDB) Filipina naik 4,9% pada kuartal I/2011 dari posisi pada kuartal yang sama tahun lalu. Nik M. Khairul, pedagang treasuri di Asian Finance Bank Bhd, mengatakan ada beberapa momentum pertumbuhan yang stabil yang mendorong masuknya dana asing ke kawasan. Pasar melihat kenaikan lain pada tahun ini, ujarnya. Pada penutupan perdagangan hari ini, ringgit menguat 0,5% menjadi 3,019 per dolar AS. Rupiah menguat 0,3% menjadi Rp8.548 per dolar AS, dolar Taiwan menguat 0,2% menjadi 28,83 per dolar AS, dan won Korea Selatan menguat 0,2% menjadi 1.080,10. (luz)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top