Timur Tengah bergolak, harga minyak naik lagi

JAKARTA: Minyak diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 2 hari terakhir di New York, AS, menyusul spekulasi kelanjutan perluasan kisruh di Timur Tengah dan kelambatan pertumbuhan ekonomi AS.
M. Faisal
M. Faisal - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  01:12 WIB

JAKARTA: Minyak diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 2 hari terakhir di New York, AS, menyusul spekulasi kelanjutan perluasan kisruh di Timur Tengah dan kelambatan pertumbuhan ekonomi AS.

Harga minyak untuk pengiriman Juli berada pada level US$100,56 per barel, turun 3 sen, atau 0,04%, menjadi US$100,59 pada 27 Mei. Posisi tersebut menjadi level tertinggi sejak 25 Mei. Harga naik 36% dibandingkan dengan posisi pada tahun lalu.Minyak brent untuk pengiriman JUli tergelincir 2 sen menjadi US$115,03 per barel di ICE Futures Europe, London pada 27 Mei dan naik 2,4% sepanjang pekan.Kenaikan harga minyak tersebut, terkait dengan aksi pasukan keamanan Yaman yang menembaki pemrotes di Lapangan Taiz dan helikopter angkatan bersenjata Syria juga menembaki demonstran antipemerintah.Selain itu, laporan belanja konsumen AS yang terbit pada 27 Mei menunjukkan level belanja per April 2011 di bawah ekspektasi pelaku pasar. (spr)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top