Laba Sorini difokuskan bagi pengembangan bisnis

JAKARTA: PT Sorini Agro Asia Tbk, produsen sorbitol yang baru saja dicaplok oleh raksasa pertanian asal AS Cargill dari PT AKR Corporindo Tbk, memutuskan akan menggunakan sekitar 99,84% atau sebesar Rp63,13 miliar dari total laba bersih 2010 guna pembiayaan
M. Faisal
M. Faisal - Bisnis.com 28 Mei 2011  |  05:16 WIB

JAKARTA: PT Sorini Agro Asia Tbk, produsen sorbitol yang baru saja dicaplok oleh raksasa pertanian asal AS Cargill dari PT AKR Corporindo Tbk, memutuskan akan menggunakan sekitar 99,84% atau sebesar Rp63,13 miliar dari total laba bersih 2010 guna pembiayaan kegiatan bisnis perseroan.

Terkait dengan rencana itu, perseroan tidak akan membagikan dividen tunai pada tahun ini. Keputusan tersebut telah menraih persetujuan dari 84,65% pemegang saham yang hadir dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang digelar pada 24 Mei lalu.Berdasarkan keterangan resmi manajeman Cargill yang diperoleh Bisnis hari ini, perseroan hanya menyisakan dana sebesar Rp101,16 juta atau 0,16% dari total laba bersih 2010 untuk dijadikan sebagai cadangan wajib perseroan guna memenuhi ketentuan dalam pasal 70 UU Perseroan Terbatas.Sebelumnya, Regional Director Asia Pacific Region Cargill Bram Klaeijsen yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris Sorini mengatakan keputusan untuk tidak membagikan dividen tunai pada tahun ini, terkait dengan peningkatan kebutuhan dana investasi dalam rangka pengembangan bisnis perseroan. Sepanjang tahun lalu, laba bersih yang dikantongi emiten berkode SOBI tersebut mencapai Rp63,23 miliar, turun 59,9% dibandingkan dengan perolehan periode yang sama pada 2009, yaitu Rp157,54 miliarBram berharap pendapatan Sorini bakal meningkat tiga kali lipat dalam 5 tahun ke depan, seiring dengan masuknya Cargill. Apabila per 31 Desember 2010 pendapatan yang dibukukan Sorini mencapai Rp1,87 triliun, pendapatan Sorini diproyeksikan meningkat menjadi Rp5,62 triliun dalam 5 tahun ke depan.Menurut Bram, saat ini pihaknya sedang menyusun berbagai strategi bisnis untuk mencapai target tersebut. "Kami sedang menyiapkan rencana bisnis dan sumber daya manusia. Pendapatan Sorini mungkin tidak akan terlalu besar dalam 2 tahun ke depan, karena masih dalam tahap perencanaan dan integrasi. Namun, semua akan mulai terakselerasi menginjak tahun ketiga," katanya.Bram mengungkapkan nilai investasi yang dikeluarkan oleh Cargill dalam proses persiapan tersebut lebih dari US$100 juta. Pada 28 Januari 2011, Cargill telah menyelesaikan akuisisi saham mayoritas di Sorini, yaitu sebesar 85,01% dari PT AKR Corporindo Tbk dan UOB Kay Hian Pte Ltd senilai Rp3.500 per saham atau setara dengan US$300 juta (Rp2,72 triliun). Hingga kuartal I/2011, Sorini membukukan laba bersih sebesar Rp28,71 miliar atau turun tipis 4,9% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2010, yaitu Rp30,21 miliar. Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh penurunan penjualan bersih perseroan sebesar 2% menjadi Rp399,82 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada 2010, yaitu Rp408,01 miliar. (spr)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top