Harga minyak naik jadi US$100,41 per barel

JAKARTA: Harga minyak mentah stabil pada Jumat sebelum liburan akhir pekan panjang di Inggris dan Amerika Serikat, di mana pasar keuangan akan tutup pada Senin untuk hari libur.Pasar stabil pada akhir pekan yang volatile di mana dealer mengikuti nasib
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Mei 2011  |  13:10 WIB

JAKARTA: Harga minyak mentah stabil pada Jumat sebelum liburan akhir pekan panjang di Inggris dan Amerika Serikat, di mana pasar keuangan akan tutup pada Senin untuk hari libur.Pasar stabil pada akhir pekan yang volatile di mana dealer mengikuti nasib dolar, data lemah AS, kekhawatiran permintaan energi dan kegelisahan baru atas krisis utang zona euro.Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, naik 18 sen menjadi US$100,41 per barel.Minyak mentah Brent North Sea untuk Juli turun lima sen menjadi US$115 per barel di perdagangan tengah hari."Kami perkirakan volume perdagangan rendah dan beberapa konsolidasi lebih lanjut dalam harga minyak mentah menjelang liburan akhir pekan panjang di AS dan Inggris," kata analis Sucden, Myrto Sokou."Kondisi perdagangan masih terus tidak menentu, setelah data ekonomi cukup mengecewakan dari AS dan zona euro, ketidakpastian tentang potensi restrukturisasi utang di Yunani dan permintaan lemah minyak dari Amerika Serikat, China dan Jepang."Sementara itu, pergerakan mata uang akan terus menjadi penggerak utama pasar, di tengah kondisi ekonomi tentatif. Harga minyak mengawali minggu ini dengan penurunan tajam, jatuh pada Senin karena dolar menguat didukung masalah utang Eropa.Harga juga didorong lebih rendah oleh indikasi perlambatan pertumbuhan ekonomi di Asia tapi kemudian naik tajam pada Selasa setelah bank AS Goldman Sachs dan Morgan Stanley keduanya mengangkat prakiraan 2012 mereka untuk Brent menjadi sekitar US$130 per barel.Data pada Rabu, menunjukkan peningkatan yang mengejutkan dalam stok minyak mentah AS, mengambil knerja yang mengkilau.Cadangan minyak mentah AS naik 600.000 barel dalam pekan sampai 20 Mei, mengacaukan ekspektasi jatuh dan menunjukkan permintaan yang lemah, sedangkan persediaan bensin melonjak 3,8 juta barel, berbeda dengan prediksi untuk jatuh.Sementara itu, permintaan bensin diperkirakan naik karena orang Amerika banyak turun ke jalan untuk liburan mereka.Pasar minyak merosot lebih lanjut pada Kamis karena para pedagang merealisasikan keuntungan mereka setelah dua hari berturut-turut naik karena data ekonomi AS mengecewakan investor.Pasar memperkirakan untuk revisi naik dari pembacaan awal 1,8% dalam pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama -- namun angka tersebut tidak berubah.Para ekonom mengatakan angka-angka baru menunjukkan belanja konsumen pada periode itu lebih rendah dari sebelumnya dan mengatakan tingginya biaya pangan dan bahan bakar kemungkinan besar sebagai alasannya. (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top