Saham Asia melemah di akhir 2010

TOKYO: Sebagian besar saham Asia jatuh, membawa indeks Asia Pasifik MSCI AC di luar indeks Jepang turun untuk pertama kali dalam lima hari, karena saham produsen bahan baku Australia melemah setelah harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam sebulan.Saham
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 31 Desember 2010  |  02:32 WIB

TOKYO: Sebagian besar saham Asia jatuh, membawa indeks Asia Pasifik MSCI AC di luar indeks Jepang turun untuk pertama kali dalam lima hari, karena saham produsen bahan baku Australia melemah setelah harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam sebulan.Saham BHP Billiton Ltd, perusahaan pertambangan terbesar di dunia, kehilangan 0,7% di Sydney. Saham Rio Tinto Group, perusahaan tambang terbesar ketiga di dunia juga turun 0,3%. Rio bersama BHP dan Peabody Energy Corp mendeklarasikan force majeure, sebuah klausul hukum yang memperbolehkan sebuah perusahaan melewatkan pengiriman karena beberapa hal yang di luar kendali, di beberapa tambang batu bara yang dilanda banjir di Australia. Saham Newcrest Mining Ltd, produsen emas terbesar di Australia, anjlok 1,1% setelah harga bullion turun. Indeks Asia Pasifik MSCI AC di luar indeks Jepang sedikit berubah di level 477,56 pada pukul 8:44 pagi ini di Hong Kong dengan sekitar lima saham turun untuk tiap saham yang naik. Indeks ini telah mendaki 15% tahun ini akibat spekulasi pertumbuhan laba korporasi akan meredakan krisis utang Eropa, langkah China dalam menahan inflasi dan kekhawatiran mengenai pemulihan ekonomi AS. Indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,5% sementara indeks Seladia Baru NZX 50 melemah 0,3%. Bursa di Jepang, Korea Selatan, Indonesia, Filipina, Malaysia dan Thailand tutup hari ini karena libur tahun baru. Bursa akan tutup lebih awal di Hong Kong, Australia, Selandia Baru dan Singapura hari ini. Indeks AS Standard & Poor 500 kehilangan 0,1% kemarin setelah mencapai valuasi tertinggi sejak Juni menutupi laporan yang menunjukkan penurunan tingkat pekerja di AS, ekspansi bisnis tercepat dalam 2 dekade dan sebuah kenaikan penjualan rumah yang surat-suratnya belum selesai. (t04/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top