Emas jadi alternatif di tengah melemahnya US$

LONDON: Emas menguat untuk tiga hari berturut-turut di New York di tengah menguatnya kekhawatiran utang Eropa dan melemahnya dolar, mengangkat permintaan logam mulia sebagai pelindung alternatif. Dolar AS turun terhadap enam mata uang utama lain dipicu
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  00:29 WIB

LONDON: Emas menguat untuk tiga hari berturut-turut di New York di tengah menguatnya kekhawatiran utang Eropa dan melemahnya dolar, mengangkat permintaan logam mulia sebagai pelindung alternatif. Dolar AS turun terhadap enam mata uang utama lain dipicu sebuah laporan, diterbitkan besok, yang diprediksi akan menunjukkan kecilnya pertumbuhan bisnis AS. Emas mencatatkan rekor baru US$1.432,50 per ounce 7 Desember lalu didasari kekhawatiran menyebarnya krisis utang Eropa. "kekhawatiran akan kesehatan zona euro dan kemungkinan Fed akan mengeluarkan kebijakan moneter baru adalah dua hal yang menguntungkan emas," ucap Tom Pawlicki, analis MF Global Holdings Ltd di Chicago. Emas untuk pengiriman Februari naik US$7,90 atau 0,6% menjadi US$1.413,50 pada 1:39 di Comex New York. Perak untuk penyelesaian Maret terangkat 38,1 sen atau 1,3% menjadi US$30,704 per ounce di Comex. Palladium untuk pengiriman Maret bertambah US$6,20 atau 0,8% menjadi US$793,40 per ounce di New York Mercantile Exchange. Platinum untuk penyelesaian April bertambah US$3 atau 0,2% menjadi US$1.760,20 per ounce. (t05/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top